Menu ✖

Mode Gelap
 

Internasional WIB ยท

Mengintip Rutinitas Harian Orangutan di Hutan Kalimantan dan Pentingnya Peran Induk


					Mengintip Rutinitas Harian Orangutan di Hutan Kalimantan dan Pentingnya Peran Induk Perbesar

Mengintip Rutinitas Harian Orangutan di Hutan Kalimantan dan Pentingnya Peran Induk

Foto: ANTARA News - Terkini (Nasional)

Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dikenal sebagai satwa endemik yang menjalani kehidupan kompleks di habitat aslinya. Meski sering terlihat tenang bergelantungan di pepohonan, primata ini sebenarnya memiliki rutinitas harian yang sangat sibuk, mulai dari mencari makan, membangun sarang, hingga mendidik keturunannya. Sebagai satwa arboreal, sebagian besar aktivitas mereka dilakukan di atas pohon, namun mereka sesekali turun ke permukaan tanah untuk mencari sumber pangan tertentu.

Dalam memenuhi kebutuhan nutrisi, orangutan tidak hanya bergantung pada buah-buahan. Mereka juga mengonsumsi daun, kulit kayu, hingga bunga. Pengamatan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) terhadap orangutan bernama Alba di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya mencatat bahwa sebanyak 56,5 persen waktu aktif orangutan digunakan khusus untuk makan. Ketersediaan makanan yang dipengaruhi musim menuntut mereka untuk terus bergerak, sehingga konektivitas antar kawasan hutan menjadi kunci kelangsungan hidup mereka agar tidak terisolasi oleh fragmentasi lahan.

Aspek krusial lainnya dalam kehidupan orangutan adalah pola asuh induk terhadap anaknya. Bagi anak orangutan, hutan adalah sekolah alam tempat mereka mempelajari keterampilan bertahan hidup, seperti cara mencari makan yang tepat, bergerak di antara dahan pohon, hingga teknik membuat sarang untuk tidur. Pengamatan terhadap induk bernama Manggo dan anaknya, Melki, di Hutan Lindung Bukit Batikap, menunjukkan bahwa sarang yang dibangun di ketinggian 16-20 meter bukan sekadar tempat beristirahat, melainkan sarana transfer ilmu bagi generasi muda untuk menjadi mandiri di masa depan.

Namun, keberlangsungan hidup orangutan kini menghadapi tantangan berat akibat tekanan perubahan penggunaan lahan dan kebakaran hutan. Habitat yang terfragmentasi membuat mereka sulit berpindah mencari makan dan menghambat proses belajar anak-anak orangutan. Oleh karena itu, pelestarian hutan tropis dataran rendah dan kawasan rawa menjadi sangat vital agar primata cerdas ini dapat terus menjalankan siklus hidup alami mereka dengan aman di alam liar.

Grandville Abon Sapi Crunchy Halal Single Pack Original - Aman untuk anak usia MPASI

Sama seperti induk orangutan yang memastikan asupan nutrisi terbaik bagi anaknya di alam liar, kita pun perlu cermat dalam memilih makanan sehat untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Sebagai pilihan praktis dan bergizi, Grandville Abon Sapi Crunchy Halal Single Pack Original sangat cocok dijadikan pelengkap MPASI yang aman untuk anak di rumah maupun saat bepergian. Grandville Abon Sapi Crunchy Halal Single Pack Original – Aman untuk anak usia MPASI.

Baca Juga: Dampak Mematikan Karhutla bagi Orangutan: Belajar dari Kisah Pilu Sempurna di Kalimantan

Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).

badge-check

Tim

Baca Lainnya

Menhut Sebut Skema Perhutanan Sosial Buat Perdagangan Karbon Lebih Inklusif

29 September 2026 - 07:06 WIB

Menhut Sebut Skema Perhutanan Sosial Buat Perdagangan Karbon Lebih Inklusif

Kans Indonesia Jaga Gengsi Bulu Tangkis di Final Asian Games 2026

29 September 2026 - 07:06 WIB

Kans Indonesia Jaga Gengsi Bulu Tangkis di Final Asian Games 2026

China Puncaki Klasemen Sementara Asian Games 2026, Indonesia di Posisi ke-14

29 September 2026 - 07:05 WIB

China Puncaki Klasemen Sementara Asian Games 2026, Indonesia di Posisi ke-14

Deretan Berita Populer: Pemeriksaan Ferdy Sambo hingga Usulan Biaya Haji Presiden Prabowo

29 September 2026 - 07:05 WIB

Deretan Berita Populer: Pemeriksaan Ferdy Sambo hingga Usulan Biaya Haji Presiden Prabowo

Mendag Budi Santoso Hadiri G20 TMM di AS Perjuangkan Kepentingan Perdagangan Indonesia

29 September 2026 - 07:05 WIB

Mendag Budi Santoso Hadiri G20 TMM di AS Perjuangkan Kepentingan Perdagangan Indonesia

Mengapa Perut Sering Terasa Mulas Setelah Minum Kopi? Ini Penjelasannya

28 September 2026 - 07:10 WIB

Mengapa Perut Sering Terasa Mulas Setelah Minum Kopi? Ini Penjelasannya
Trending di Internasional