Indonesia kini menaruh harapan besar pada cabang olahraga bulu tangkis untuk mendongkrak perolehan medali di Asian Games 2026. Hingga hari kesepuluh penyelenggaraan, posisi Indonesia dalam klasemen medali terpaut cukup jauh dari Thailand dan Malaysia, yang masing-masing telah mengumpulkan sembilan dan enam medali emas, sementara Indonesia baru mengoleksi dua emas. Meski mengejar perolehan Thailand dinilai sulit, peluang untuk melampaui raihan Malaysia masih terbuka lebar, salah satunya melalui tambahan medali dari cabang panjat tebing dan esports.
Sektor bulu tangkis menjadi tumpuan utama dengan meloloskan dua wakil ke babak final, yakni pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan ganda putra Leo Carnando/Daniel Marthin. Keberhasilan mereka menembus partai puncak pada Senin (28/9) memberikan optimisme bagi kontingen Indonesia untuk menambah pundi-pundi emas. Performa kedua pasangan ini dinilai memukau karena mereka mampu menumbangkan lawan-lawan tangguh yang berstatus sebagai pemain nomor satu dunia.
Sorotan tertuju pada penampilan Amri/Nita yang secara mengejutkan menundukkan ganda campuran peringkat satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Meskipun Amri/Nita berada di peringkat 15 dunia dengan selisih 58.430 poin, mereka berhasil tampil dominan. Dalam pertandingan semifinal yang berlangsung selama 35 menit, Amri/Nita mampu mendikte permainan dan menutup laga dengan skor meyakinkan 21-12 dan 21-14. Kini, publik menanti kiprah mereka di final agar Indonesia tetap mampu menjaga gengsi sebagai kekuatan utama bulu tangkis di Asia Tenggara.
Baca Juga: China Puncaki Klasemen Sementara Asian Games 2026, Indonesia di Posisi ke-14
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).









