Menu ✖

Mode Gelap
 

Daerah WIB ยท

Dampak Mematikan Karhutla bagi Orangutan: Belajar dari Kisah Pilu Sempurna di Kalimantan


					Dampak Mematikan Karhutla bagi Orangutan: Belajar dari Kisah Pilu Sempurna di Kalimantan Perbesar

Dampak Mematikan Karhutla bagi Orangutan: Belajar dari Kisah Pilu Sempurna di Kalimantan

Foto: ANTARA News - Terkini (Nasional)

Tragedi menimpa seekor orangutan jantan dewasa bernama Sempurna yang ditemukan dalam kondisi kritis di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Minggu (30/8). Satwa tersebut ditemukan warga dalam keadaan sangat lemah dan mengalami gangguan pernapasan akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah setempat.

Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) segera melakukan upaya evakuasi dan memberikan penanganan medis berupa terapi oksigen serta cairan intravena. Namun, kondisi Sempurna terus menurun hingga akhirnya dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB. Berdasarkan hasil nekropsi pada 1 September, ditemukan perubahan patologis pada organ vital seperti paru-paru, jantung, dan ginjal. Gangguan tersebut diduga kuat dipicu oleh paparan asap karhutla yang menyebabkan hipoksia akut atau kekurangan oksigen.

Kasus Sempurna menjadi pengingat keras bahwa karhutla bukan sekadar menghancurkan fisik hutan, tetapi juga merusak ekosistem yang menjadi satu-satunya rumah bagi orangutan. Hilangnya vegetasi dan sumber makanan memaksa satwa ini bermigrasi ke wilayah yang lebih dekat dengan permukiman atau perkebunan, yang memicu potensi konflik dengan manusia. Bahkan, peristiwa serupa pernah tercatat pada Agustus 2026, ketika tim gabungan harus mengevakuasi tiga individu orangutan di Ketapang karena habitatnya terdampak api.

Dampak karhutla terhadap populasi orangutan tidak berakhir saat api padam. Proses pemulihan hutan membutuhkan waktu yang sangat lama, sehingga kelangkaan pakan menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup mereka. Selain itu, fragmentasi habitat yang kian menyempit akibat alih fungsi lahan dan kebakaran berulang membuat ruang gerak orangutan semakin terbatas. Kini, masa depan orangutan sangat bergantung pada kemampuan kita untuk menjaga integritas hutan sebagai tempat yang aman dan layak huni bagi satwa dilindungi tersebut.

Baca Juga: Tragedi Kematian Sempurna: Dampak Nyata Karhutla terhadap Kelangsungan Hidup Orangutan Kalimantan

Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).

badge-check

Tim

Baca Lainnya

Badan Karantina Indonesia Dorong 1.000 UMKM di Sulawesi Tengah Tembus Pasar Ekspor

29 September 2026 - 07:06 WIB

Badan Karantina Indonesia Dorong 1.000 UMKM di Sulawesi Tengah Tembus Pasar Ekspor

Ragam Peristiwa Jakarta: Kebakaran di Joglo hingga Hilangnya Fasilitas Taman RPTRA

29 September 2026 - 07:05 WIB

Ragam Peristiwa Jakarta: Kebakaran di Joglo hingga Hilangnya Fasilitas Taman RPTRA

PT RPH Surabaya Ajak Masyarakat Terapkan Prinsip ASUH dalam Memilih Daging Sapi

29 September 2026 - 07:05 WIB

PT RPH Surabaya Ajak Masyarakat Terapkan Prinsip ASUH dalam Memilih Daging Sapi

Tren Bersepeda 2026: Eksplorasi Bikepacking hingga Budaya Gowes Komunitas yang Kian Marak

26 September 2026 - 07:06 WIB

Tren Bersepeda 2026: Eksplorasi Bikepacking hingga Budaya Gowes Komunitas yang Kian Marak

BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir NTB Akibat Fenomena Harvest Moon

26 September 2026 - 07:06 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir NTB Akibat Fenomena Harvest Moon

Jenazah ABK KM Arupadhatu I yang Ditemukan di Pulau Enggano Diterbangkan ke Jakarta

24 September 2026 - 07:05 WIB

Jenazah ABK KM Arupadhatu I yang Ditemukan di Pulau Enggano Diterbangkan ke Jakarta
Trending di Daerah