Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dijadwalkan menghadiri Pertemuan Para Menteri Perdagangan G20 (G20 TMM) yang berlangsung pada 30 September hingga 1 Oktober 2026 di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. Kehadiran Mendag dalam forum ini bertujuan untuk membawa kepentingan perdagangan nasional Indonesia serta memberikan dukungan penuh terhadap sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan.
Dalam keterangannya di Jembrana, Bali, pada Selasa, Budi Santoso menegaskan bahwa partisipasi Indonesia menjadi momentum penting untuk memastikan setiap inisiatif yang lahir dari Presidensi G20 AS 2026 tetap selaras dengan ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Budi dijadwalkan akan menyampaikan pandangan Indonesia dalam empat sesi utama, yakni terkait penggunaan pangan sebagai senjata melalui tindakan koersif, isu kelebihan kapasitas dan produksi struktural, prinsip Most Favored Nation (MFN), serta upaya penghapusan kerja paksa dalam rantai pasok global.
Budi menambahkan bahwa keterlibatan Indonesia dalam forum ini sangat krusial karena setiap kesepakatan di tingkat G20 akan berdampak langsung pada aturan main perdagangan internasional dan ekspor nasional. Melalui kehadiran aktif di forum tersebut, pemerintah berupaya memastikan komitmen yang dihasilkan tetap adil dan mampu memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha domestik dalam memperluas jangkauan pasar ekspor mereka ke mancanegara.
Baca Juga: Mengapa Perut Sering Terasa Mulas Setelah Minum Kopi? Ini Penjelasannya
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).









