Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan posisi Indonesia dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Dalam kesempatan tersebut, Sugiono menekankan bahwa ketahanan nasional merupakan pondasi utama bagi Indonesia untuk berkontribusi secara nyata dalam mewujudkan ketahanan global dan memperkuat sistem multilateralisme. Menurutnya, pembangunan multilateral yang kokoh harus diawali dari keberhasilan bangsa-bangsa dalam membangun ketahanan di dalam negerinya masing-masing.
Sugiono memaparkan bahwa ketahanan nasional Indonesia berfokus pada upaya menjaga identitas bangsa, melindungi kedaulatan, serta menjamin kesinambungan pembangunan di tengah berbagai tantangan. Fokus utama pemerintah mencakup pemenuhan kebutuhan rakyat melalui penguatan ketahanan pangan dan energi, serta investasi pada masa depan bangsa dengan memastikan akses pendidikan berkualitas dan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Selain itu, Indonesia menjadikan keberagaman suku bangsa yang disatukan oleh semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekuatan, dengan mengelola perbedaan melalui partisipasi demokrasi dan dialog.
Dalam pidatonya, Menlu RI juga menyoroti pentingnya peran hak asasi manusia (HAM) dalam membangun resiliensi bangsa, yang tidak hanya dipandang dari absennya kekerasan, tetapi juga terjaminnya hak atas pangan dan pendidikan. Sugiono menambahkan bahwa ketahanan nasional yang kuat akan bermuara pada ketahanan kolektif, yang pada akhirnya mendukung pencapaian Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030. Ia pun menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap PBB agar sistem multilateral dapat terus berjalan efektif dalam menyokong ketahanan nasional dan kawasan.
Delegasi Indonesia di bawah pimpinan Menlu Sugiono telah berada di New York sejak Senin (21/9) untuk mengikuti rangkaian pertemuan tingkat tinggi dan agenda bilateral di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB. Selain isu ketahanan, Indonesia secara konsisten menyuarakan pentingnya solidaritas global, perlindungan hak atas pembangunan, serta isu kemanusiaan di Gaza dan perlindungan personel kemanusiaan di zona konflik.
Baca Juga: Menlu Sugiono Tegaskan Perdamaian di Gaza Harus Diikuti Pemulihan Kehidupan yang Bermartabat
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).









