Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan pergerakan fluktuatif pada perdagangan Rabu (09/09/2026). Sempat dibuka di zona hijau pada awal sesi, indeks justru tertekan dan meluncur ke zona koreksi hingga memasuki sesi kedua perdagangan. Tercatat, IHSG bertengger di level 6.670 di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Kondisi pasar kali ini cukup menarik perhatian karena terjadi di tengah penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Mata uang Garuda terpantau berada di level Rp17.500 per Dolar AS. Fenomena di mana IHSG justru melemah saat Rupiah menguat menjadi pertanyaan besar bagi para investor mengenai sentimen utama yang sedang membayangi pasar modal domestik saat ini.
Untuk membedah fenomena tersebut, pembawa acara Andi Shalini dan Aulia Wardhani mengulas lebih dalam bersama FX Analyst CNBC Indonesia, Elvan Chandra Widyatama, dalam program Power Lunch. Diskusi tersebut difokuskan pada analisis sentimen pasar terkini yang menyebabkan divergensi pergerakan antara mata uang dan indeks saham nasional pada hari ini.
Baca Juga: Danantara Pastikan Kredit Bank Himbara untuk Program Pemerintah Aman dari Risiko Macet
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: CNBC Indonesia – Market (sumber).










