Menu ✖

Mode Gelap
 

Ekonomi WIB ยท

ADB Sebut Konflik Global dan Fenomena El Nino Jadi Ancaman Ekonomi Asia Pasifik


					ADB Sebut Konflik Global dan Fenomena El Nino Jadi Ancaman Ekonomi Asia Pasifik Perbesar

ADB Sebut Konflik Global dan Fenomena El Nino Jadi Ancaman Ekonomi Asia Pasifik

Foto: ANTARA News - Terkini (Nasional)

Bank Pembangunan Asia (ADB) memberikan peringatan mengenai potensi perlambatan ekonomi di kawasan Asia dan Pasifik akibat dua faktor utama, yakni eskalasi konflik geopolitik serta fenomena iklim El Nino yang sangat kuat. Melalui laporan Asian Development Outlook (ADO) edisi September 2026, lembaga tersebut memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang Asia dan Pasifik akan melambat ke angka 5 persen tahun ini, turun dari realisasi 5,5 persen pada tahun 2025. Kendati demikian, ADB memprediksi akan ada sedikit peningkatan pertumbuhan menjadi 5,1 persen pada 2027.

Laporan tersebut juga mencatat adanya revisi penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan untuk tahun 2026 menjadi 4,2 persen, dari angka 4,3 persen yang diprediksi pada Juli lalu. Di sisi lain, tekanan inflasi diperkirakan masih akan membayangi. Proyeksi inflasi untuk tahun 2027 direvisi naik tipis menjadi 3,5 persen, meningkat dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 3,4 persen. Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun 2025 yang berada di level 3 persen.

ADB menilai bahwa meluasnya konflik di Timur Tengah serta peningkatan intensitas perang Rusia-Ukraina berisiko menjaga harga energi global tetap tinggi dan volatil, yang pada akhirnya memengaruhi komoditas lainnya. Sementara itu, dampak El Nino yang diprediksi berlangsung hingga kuartal pertama 2027 diperkirakan akan menciptakan cuaca lebih kering. Kondisi ini berpotensi menurunkan hasil panen serta kapasitas produksi listrik tenaga air, yang kemudian memicu lonjakan permintaan energi dan kenaikan harga pangan maupun bahan bakar.

Menanggapi tantangan tersebut, Presiden ADB Masato Kanda menekankan pentingnya bagi pemerintah di kawasan terkait untuk segera bersiap. Ia mengimbau langkah perlindungan bagi masyarakat yang paling rentan, terutama dalam menghadapi kombinasi ancaman dari krisis energi yang berkepanjangan, fenomena iklim ekstrem, serta potensi risiko yang dapat muncul kembali di pasar keuangan.

Baca Juga: Ancaman Karhutla di Bukit Soeharto: Hutan Konservasi Terbakar di Tengah El Nino

Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).

badge-check

Tim

Baca Lainnya

Kementerian PKP Susun Regulasi Recycle KPR untuk Percepat Penyediaan Rumah Subsidi

29 September 2026 - 09:00 WIB

Kementerian PKP Susun Regulasi Recycle KPR untuk Percepat Penyediaan Rumah Subsidi

Perkuat Rantai Pasok Nasional, ANTAM Serap 9 Ton Emas Produksi Freeport

26 September 2026 - 07:06 WIB

Perkuat Rantai Pasok Nasional, ANTAM Serap 9 Ton Emas Produksi Freeport

Suahasil Nazara Paparkan Arah Kebijakan Fiskal dalam Pengelolaan APBN 2027

25 September 2026 - 07:06 WIB

Suahasil Nazara Paparkan Arah Kebijakan Fiskal dalam Pengelolaan APBN 2027

Pemerintah Tuntaskan Kewajiban Surat Utang Penanganan BLBI pada Agustus 2026

22 September 2026 - 07:06 WIB

Pemerintah Tuntaskan Kewajiban Surat Utang Penanganan BLBI pada Agustus 2026

Pengusaha China dan Indonesia Jajaki Peluang Investasi Manufaktur dan Energi Hijau

19 September 2026 - 07:05 WIB

Pengusaha China dan Indonesia Jajaki Peluang Investasi Manufaktur dan Energi Hijau

Pengadilan Argentina Perintahkan Penghentian Sementara Proyek Minyak Sea Lion di Kepulauan Falkland

18 September 2026 - 07:05 WIB

Pengadilan Argentina Perintahkan Penghentian Sementara Proyek Minyak Sea Lion di Kepulauan Falkland
Trending di Ekonomi