Menu ✖

Mode Gelap
 

Ekonomi WIB ยท

Sempat Dibuka Menguat, IHSG Berbalik Melemah 0,58 Persen di Sesi Pertama


					Sempat Dibuka Menguat, IHSG Berbalik Melemah 0,58 Persen di Sesi Pertama Perbesar

Sempat Dibuka Menguat, IHSG Berbalik Melemah 0,58 Persen di Sesi Pertama

Foto: CNBC Indonesia - Market

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (9/9/2026) dengan fluktuatif. Setelah sempat dibuka di zona hijau, indeks akhirnya terkoreksi signifikan sebesar 38,95 poin atau 0,58% dan ditutup pada level 6.647,49 pada akhir sesi pertama. Sepanjang sesi pagi, IHSG bergerak pada rentang level terendah 6.642,15 hingga level tertinggi 6.707,30.

Berdasarkan data perdagangan, tekanan jual cukup mendominasi dengan catatan 355 saham melemah, sementara hanya 268 saham yang berhasil menguat dan 168 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 21,61 miliar saham dengan nilai transaksi Rp8,32 triliun dari 1,3 juta kali frekuensi transaksi. Sektor konsumer non-primer, kesehatan, dan finansial menjadi penekan utama indeks, dengan saham Bank Central Asia (BBCA) dan Bayan Resources (BYAN) tercatat sebagai pemberat kinerja IHSG hari ini.

Kondisi pasar saham domestik dipengaruhi oleh sentimen global yang beragam. Di tingkat regional, bursa Asia-Pasifik bergerak variatif akibat lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, investor juga tengah mencermati data ekonomi makro berupa inflasi China dan indeks keyakinan konsumen Indonesia yang diprediksi akan berdampak pada pergerakan pasar saham, nilai tukar rupiah, serta harga komoditas.

Sentimen geopolitik turut menjadi perhatian utama setelah harga minyak Brent sempat menembus level US$99 per barel menyusul laporan serangan terhadap kapal Angkatan Laut AS. Kondisi ini memperburuk kekhawatiran pelaku pasar terhadap inflasi dan prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve, yang sebelumnya telah menekan bursa Wall Street pada perdagangan Selasa lalu.

Baca Juga: Saham BBCA Anjlok 2 Persen Lebih, Jadi Beban Utama Pelemahan IHSG

Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: CNBC Indonesia – Market (sumber).

badge-check

Tim

Baca Lainnya

Kementerian PKP Susun Regulasi Recycle KPR untuk Percepat Penyediaan Rumah Subsidi

29 September 2026 - 09:00 WIB

Kementerian PKP Susun Regulasi Recycle KPR untuk Percepat Penyediaan Rumah Subsidi

Perkuat Rantai Pasok Nasional, ANTAM Serap 9 Ton Emas Produksi Freeport

26 September 2026 - 07:06 WIB

Perkuat Rantai Pasok Nasional, ANTAM Serap 9 Ton Emas Produksi Freeport

Suahasil Nazara Paparkan Arah Kebijakan Fiskal dalam Pengelolaan APBN 2027

25 September 2026 - 07:06 WIB

Suahasil Nazara Paparkan Arah Kebijakan Fiskal dalam Pengelolaan APBN 2027

ADB Sebut Konflik Global dan Fenomena El Nino Jadi Ancaman Ekonomi Asia Pasifik

24 September 2026 - 07:05 WIB

ADB Sebut Konflik Global dan Fenomena El Nino Jadi Ancaman Ekonomi Asia Pasifik

Pemerintah Tuntaskan Kewajiban Surat Utang Penanganan BLBI pada Agustus 2026

22 September 2026 - 07:06 WIB

Pemerintah Tuntaskan Kewajiban Surat Utang Penanganan BLBI pada Agustus 2026

Pengusaha China dan Indonesia Jajaki Peluang Investasi Manufaktur dan Energi Hijau

19 September 2026 - 07:05 WIB

Pengusaha China dan Indonesia Jajaki Peluang Investasi Manufaktur dan Energi Hijau
Trending di Ekonomi