Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk berkontribusi lebih besar dalam memperkuat ketahanan pangan dunia. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam gelaran KTT BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India. Menurut Prabowo, posisi Indonesia telah berubah signifikan, dari yang sebelumnya merupakan pengimpor utama komoditas pangan seperti beras, jagung, dan biji-bijian, kini telah bertransformasi menjadi negara pengekspor.
Dalam keterangannya, Prabowo menjelaskan bahwa perubahan status ini merupakan hasil dari pengembangan dan penguatan kapasitas produksi dalam negeri. Ia optimistis bahwa Indonesia ke depan dapat meningkatkan dukungan pangan bagi negara-negara lain. Pengalaman Indonesia dalam mengatasi keterbatasan domestik ini diyakini bisa menjadi contoh bagi negara-negara anggota BRICS, yakni dengan menyatukan dan mengoptimalkan kekuatan masing-masing melalui kerja sama yang erat.
Lebih lanjut, Prabowo memandang tantangan global yang saling berkaitan sebagai peluang untuk memperluas investasi, memperkuat industri, serta membuka lapangan kerja. Ia menekankan pentingnya pembangunan inklusif dan inovasi guna memperkokoh kapasitas kolektif. Dalam forum tersebut, Presiden juga mengusulkan konsep industrialisasi bersama antarnegara anggota BRICS guna mengoptimalkan sumber daya dan kemampuan produksi yang dimiliki setiap negara demi menciptakan nilai tambah yang lebih besar.
Baca Juga: Presiden Prabowo Ajak Negara BRICS Ubah Kerentanan Menjadi Kekuatan Ekonomi
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: Tempo (sumber).









