Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk mempererat kerja sama dengan seluruh negara mitra dalam organisasi BRICS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers rutin pada Jumat (11/9), menyatakan bahwa Beijing bertekad mendorong kemajuan mekanisme BRICS agar berkembang lebih jauh dan memberikan dampak yang lebih luas bagi pasar negara berkembang.
Menurut Mao, BRICS kini menjadi platform krusial bagi solidaritas negara-negara berkembang dan pasar emerging di tingkat global. Sejak awal berdiri, kelompok ini konsisten menjunjung semangat keterbukaan, inklusivitas, serta kerja sama yang saling menguntungkan. Komitmen terhadap multilateralisme, kesetaraan, dan keadilan menjadikan BRICS sebagai pilar utama bagi negara-negara Global South dalam mengejar pembangunan bersama.
Dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 mendatang, Presiden Xi Jinping dijadwalkan hadir untuk menyampaikan pidato penting. Xi akan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari situasi internasional terkini, pengembangan mekanisme organisasi, hingga penguatan kerja sama praktis antarnegara anggota. Pertemuan ini juga menjadi wadah bagi China untuk memaparkan inisiatif penting guna memastikan pengembangan BRICS yang lebih berkualitas.
Lebih lanjut, Mao menegaskan bahwa langkah China ini merupakan bagian dari upaya membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi seluruh umat manusia. Beijing berharap melalui kerja sama yang lebih stabil, BRICS dapat memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi dinamika geopolitik global saat ini.
Baca Juga: IHSG Merosot 1,2 Persen, Tertekan Konflik Geopolitik dan Lonjakan Yield US Treasury
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).









