Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara saat ini tengah merampungkan proses audit terhadap laporan keuangan perusahaan. Managing Director Global Relations and Communications BPI Danantara, Pahala N Mansury, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menyajikan pelaporan yang transparan dan akuntabel kepada publik setelah seluruh rangkaian proses audit selesai dilakukan.
Pahala menjelaskan bahwa konsolidasi keuangan menjadi tantangan tersendiri mengingat terdapat lebih dari 1.070 perusahaan BUMN dengan kondisi pelaporan yang beragam. Pihaknya berupaya memastikan seluruh transaksi antarperusahaan (intercompany) tercatat dengan akurat. Selain itu, Danantara berencana menerapkan standar Santiago Principles guna menjamin kualitas informasi keuangan serta praktik tata kelola perusahaan (governance), manajemen risiko, dan keberlanjutan (sustainability) di lingkungan BPI, DIM, dan DAM.
Sementara itu, Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan target strategis perusahaan untuk melakukan perampingan jumlah BUMN dari 1.074 menjadi 254 entitas hingga akhir 2026. Langkah transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan laba kelompok BUMN dari Rp330 triliun menjadi Rp360 triliun. Keberhasilan target ini bergantung pada penyelesaian sejumlah agenda penting, seperti restrukturisasi BUMN Karya, transformasi PT Pos, pembenahan dana pensiun, hingga konsolidasi anak perusahaan agar tercipta ekosistem bisnis yang lebih sehat dan berdaya saing global.
Baca Juga: Adhi Karya Beri Sinyal Soal Suntikan Dana Danantara untuk Proyek LRT City
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: CNBC Indonesia – Market (sumber).










