PT Medela Potentia Tbk (MDLA) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I 2026 dengan membukukan total penjualan mencapai Rp8,2 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 10,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan tersebut juga diikuti dengan peningkatan laba bersih sebesar 12,6 persen menjadi Rp226 miliar, gross profit naik 6,8 persen menjadi Rp762 miliar, serta EBITDA yang tumbuh 11,2 persen mencapai Rp325 miliar.
Investor Relations PT Medela Potentia Tbk, Harris Lesmana, menjelaskan bahwa capaian positif ini didorong oleh sejumlah faktor strategis, termasuk ekspansi volume distribusi, penambahan prinsipal baru, penguatan produk sendiri, hingga optimalisasi kanal digital. Pada lini distribusi, entitas anak PT Anugrah Argon Medica (AAM) telah memperkuat portofolio dengan menggandeng lima prinsipal baru yang terdiri dari satu prinsipal ethical, tiga prinsipal consumer health, dan satu prinsipal alat kesehatan. Selain itu, produk alat kesehatan mandiri, Stardec, mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 34 persen serta telah merambah pasar ekspor ke Kamboja dan Timor-Leste.
Dari sisi operasional dan infrastruktur, Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk, Juliwaty, menyatakan bahwa perseroan terus meningkatkan kapasitas untuk mendukung kebutuhan distribusi nasional. Pembangunan gudang AAM di Medan saat ini telah mencapai tahap akhir dengan progres 95 persen dan diproyeksikan beroperasi pada kuartal IV 2026. Perseroan juga tengah menyiapkan pembangunan National Distribution Center (NDC) 2 di Kawasan Industri Jababeka 2 seluas 2,7 hektar untuk tahun 2027 yang akan difokuskan pada fasilitas cold storage.
Transformasi digital melalui GPOS B2B turut memberikan kontribusi signifikan dengan mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 20 persen dan perluasan cakupan hingga 15 persen. Platform ini kini bekerja sama dengan 18 prinsipal yang mencakup 40 brand produk. Penggunaan teknologi AI Forecast juga terbukti efektif bagi perseroan dalam menekan tingkat out-of-stock hingga di bawah 2 persen, memperkuat efisiensi proses bisnis secara keseluruhan.
Baca Juga: Laba Bersih Elnusa Melonjak 29 Persen pada Semester I 2026
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










