Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi secara resmi mengaktifkan sistem peringatan ancaman udara di sejumlah wilayah selatan pada Selasa. Langkah ini diambil menyusul peningkatan ketegangan di wilayah perbatasan setelah serangan lintas batas yang menyasar kawasan tersebut. Melalui platform Peringatan Dini Nasional, otoritas mengonfirmasi bahwa peringatan telah disiarkan secara meluas, khususnya di Provinsi Jazan, untuk mengantisipasi potensi bahaya yang mengancam keselamatan warga sipil.
Selain di Jazan, sirine serangan udara juga dilaporkan menyala di Provinsi Najran dan Kota Abha. Pihak otoritas segera mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mencari perlindungan di tempat yang aman. Meski sempat diaktifkan, layanan pertahanan sipil mengumumkan bahwa peringatan tersebut telah dicabut pada hari yang sama. Selama masa siaga, warga diminta untuk mematuhi protokol keselamatan, menghindari kerumunan, serta tidak mengambil foto maupun video di sekitar area terdampak.
Eskalasi keamanan ini terjadi setelah wilayah selatan Arab Saudi menjadi sasaran serangan roket dan drone yang dilancarkan oleh kelompok Houthi dari Yaman. Akibat insiden tersebut, dilaporkan lebih dari 70 orang mengalami luka-luka. Sebelumnya, kelompok Houthi juga sempat mengklaim tanggung jawab atas serangan yang menyasar fasilitas milik Aramco di wilayah tersebut. PBB telah menanggapi situasi ini dengan mengecam serangan tersebut dan mendesak semua pihak untuk menahan diri guna menghindari konflik yang lebih luas.
Baca Juga: Pemerintah Himpun Dana Rp258,54 Triliun Melalui Penerbitan Enam Surat Utang Global
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).









