Menu ✖

Mode Gelap
 

Ekonomi WIB ยท

BEI Pantau Ketat Saham VICI dan SMMT Akibat Pergerakan Harga Tidak Wajar


					BEI Pantau Ketat Saham VICI dan SMMT Akibat Pergerakan Harga Tidak Wajar Perbesar

BEI Pantau Ketat Saham VICI dan SMMT Akibat Pergerakan Harga Tidak Wajar

Foto: CNBC Indonesia - Market

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) dan PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT). Pengawasan ketat ini mulai diberlakukan oleh otoritas bursa terhitung sejak Senin, 7 September 2026, menyusul adanya pola pergerakan harga saham yang dinilai tidak wajar.

Manajemen BEI menegaskan bahwa penetapan status UMA ini merupakan langkah preventif untuk melindungi kepentingan investor. Namun, bursa menekankan bahwa pengumuman UMA ini tidak serta merta menjadi indikasi adanya pelanggaran hukum atau peraturan di bidang pasar modal. Saat ini, pihak bursa tengah mencermati perkembangan pola transaksi dari kedua emiten tersebut secara mendalam.

Terkait emiten energi SMMT, data pasar mencatat kenaikan signifikan sebesar 31,41% dalam periode satu bulan terakhir, bahkan melonjak 79,29% secara year to date (YTD), meski sempat terkoreksi 3,83% ke level Rp2.510 pada pembukaan perdagangan sebelumnya. Sementara itu, saham emiten kosmetik VICI menunjukkan volatilitas serupa dengan penguatan sebesar 12,43% ke level Rp995 pada perdagangan kemarin. Secara bulanan, harga saham VICI telah melesat 67,23% dan naik 17,06% secara year to date.

Menanggapi kondisi ini, BEI mengimbau para investor untuk bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan. Para pemegang saham disarankan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan, serta meninjau kembali rencana aksi korporasi yang belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Investor diharapkan mempertimbangkan seluruh kemungkinan risiko sebelum melakukan transaksi lebih lanjut pada saham-saham terkait.

Baca Juga: BEI Hentikan Perdagangan Saham GRPH dan SINI Usai Alami Lonjakan Harga Signifikan

Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: CNBC Indonesia – Market (sumber).

badge-check

Tim

Baca Lainnya

Bank Indonesia Terapkan Strategi Adaptif Jaga Stabilitas Rupiah dari Tekanan Dolar AS

30 September 2026 - 07:06 WIB

Bank Indonesia Terapkan Strategi Adaptif Jaga Stabilitas Rupiah dari Tekanan Dolar AS

Kementerian PKP Susun Regulasi Recycle KPR untuk Percepat Penyediaan Rumah Subsidi

29 September 2026 - 09:00 WIB

Kementerian PKP Susun Regulasi Recycle KPR untuk Percepat Penyediaan Rumah Subsidi

Perkuat Rantai Pasok Nasional, ANTAM Serap 9 Ton Emas Produksi Freeport

26 September 2026 - 07:06 WIB

Perkuat Rantai Pasok Nasional, ANTAM Serap 9 Ton Emas Produksi Freeport

Suahasil Nazara Paparkan Arah Kebijakan Fiskal dalam Pengelolaan APBN 2027

25 September 2026 - 07:06 WIB

Suahasil Nazara Paparkan Arah Kebijakan Fiskal dalam Pengelolaan APBN 2027

ADB Sebut Konflik Global dan Fenomena El Nino Jadi Ancaman Ekonomi Asia Pasifik

24 September 2026 - 07:05 WIB

ADB Sebut Konflik Global dan Fenomena El Nino Jadi Ancaman Ekonomi Asia Pasifik

Pemerintah Tuntaskan Kewajiban Surat Utang Penanganan BLBI pada Agustus 2026

22 September 2026 - 07:06 WIB

Pemerintah Tuntaskan Kewajiban Surat Utang Penanganan BLBI pada Agustus 2026
Trending di Ekonomi