Pemerintah Indonesia tengah melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas erupsi enam gunung berapi yang tersebar di sejumlah wilayah. Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk mencermati penurunan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana tersebut. Keenam gunung yang dimaksud adalah Gunung Sinabung di Sumatra Utara, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ibu di Maluku Utara, serta Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain aspek ekonomi domestik, Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada gangguan di sektor logistik, terutama operasional penerbangan yang berkaitan dengan distribusi kargo. Menko Airlangga mengakui bahwa gangguan pada jalur udara sudah mulai terjadi dan pihaknya masih terus mengkaji durasi pembatasan penerbangan yang diperlukan. Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara penanganan bencana dengan perlindungan masyarakat serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok di daerah terdampak.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa dampak erupsi Anak Krakatau saat ini belum memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, jika aktivitas erupsi hanya berlangsung singkat dengan intensitas debu yang tidak terlalu tebal, dampaknya tidak akan sebesar bencana alam yang pernah terjadi sebelumnya di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, maupun gempa di NTT. Pemerintah tetap bersiaga dan terus memantau perkembangan situasi di lapangan untuk memastikan penanganan yang tepat sasaran.
Baca Juga: BMKG Catat 13.156 Gempa Susulan Guncang Flores NTT Sejak Agustus 2026
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: CNBC Indonesia – Market (sumber).










