Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus mengalami aktivitas seismik yang signifikan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hingga Senin, telah terjadi sebanyak 13.156 kali gempa susulan di wilayah tersebut sejak peristiwa gempa utama yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu.
Berdasarkan data yang dipublikasikan melalui akun Instagram resmi @infobmkg pada pukul 05.00 WIB, intensitas guncangan yang terjadi bervariasi dengan magnitudo tertinggi mencapai 6,2, sementara magnitudo terkecil tercatat di angka 0,9. Dari ribuan kejadian gempa susulan tersebut, BMKG mencatat terdapat 36 kali peristiwa gempa yang memiliki kekuatan magnitudo lebih dari 5. Meski jumlah total gempa mencapai belasan ribu, BMKG menyatakan bahwa hanya 177 kali guncangan yang dilaporkan benar-benar dirasakan oleh warga setempat.
Saat ini, kondisi di lapangan mulai menunjukkan perkembangan positif dengan adanya pengurangan jumlah pengungsi sebanyak 4.142 orang, sebagaimana dilaporkan oleh BNPB. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena BMKG memprediksi bahwa rangkaian gempa susulan di Flores masih akan terus berlangsung setidaknya hingga 30 hari ke depan.
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










