Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang mengancam wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB). Fenomena ini diperkirakan akan terjadi pada periode 26 hingga 30 September 2026.
Prakirawan BMKG, Tri Widiarto, menjelaskan bahwa banjir rob dipicu oleh pasang air laut maksimum yang mencapai ketinggian 1,9 meter, yang berhubungan dengan gaya gravitasi bulan akibat fenomena Harvest Moon atau Purnama Panen. Waktu pasang di Lombok Barat diprediksi terjadi pada pukul 23.00 hingga 01.00 WITA, sementara di Bima berlangsung mulai pukul 00.00 hingga 12.00 WITA.
Sejumlah wilayah pesisir yang diminta waspada meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok di Pulau Lombok. Untuk Pulau Sumbawa, potensi dampak mencakup wilayah Sumbawa dan Labuhan Badas. Sedangkan di Bima, area yang terdampak meliputi Palibelo, Belo, Woha, Bolo, Lambu, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu'u, dan Asakota.
Selain banjir rob, BMKG juga memberikan peringatan terkait kondisi perairan dengan ketinggian gelombang laut mencapai 2,5 hingga 4 meter. Kondisi gelombang tinggi tersebut diperkirakan terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Sumbawa, serta Samudera Hindia di selatan NTB.
Masyarakat yang berdomisili di sekitar pesisir, bantaran sungai, maupun daerah dataran rendah diimbau untuk selalu siaga mengantisipasi dampak pasang air laut. BMKG menyarankan warga untuk terus memantau perkembangan cuaca serta informasi gelombang terkini melalui kanal-kanal resmi milik BMKG guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Baca Juga: BMKG Prakirakan Mayoritas Wilayah Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Minggu
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










