Kawasan Bukit Tengkorak yang terletak di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, kini dalam kondisi memprihatinkan setelah dilanda kebakaran hutan. Selama hampir sepekan terakhir, titik api terus merambat di area yang merupakan bagian vital dari Taman Hutan Raya Bukit Soeharto tersebut, meninggalkan jejak abu serta pepohonan yang hangus.
Petugas dari Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) saat ini tengah melakukan pendataan di lapangan untuk mengukur luas area yang terdampak. Meski data pasti mengenai luasan lahan yang terbakar belum dirilis secara resmi, kerusakan yang terjadi di lapangan terlihat signifikan. Fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan panjang turut memperparah kondisi ini, membuat dedaunan menjadi sangat kering dan tanah retak, sehingga api lebih mudah menjalar di kawasan konservasi yang menjadi habitat flora dan fauna tersebut.
Kondisi ini menambah daftar panjang catatan kelam bagi ekosistem Bukit Soeharto. Wilayah ini sebelumnya pernah mengalami kebakaran hebat pada tahun 1997 yang memerlukan waktu puluhan tahun untuk pulih. Kini, di tengah upaya rehabilitasi yang belum sepenuhnya tuntas, ancaman kekeringan dan kebakaran kembali menempatkan kawasan paru-paru hijau ini dalam situasi yang rentan. Sebagai langkah mitigasi, pihak IKN sebelumnya juga telah menargetkan pemasangan lima titik pembasahan udara guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lebih lanjut.
Baca Juga: Respons Lintas Sektor Hadapi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










