Sejumlah wilayah di Banten dan Lampung melaporkan dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terjadi sejak Sabtu malam (6/9). Di Kabupaten Serang, warga melaporkan fenomena hujan abu mulai menebal sekitar pukul 17.00 WIB, yang menyebabkan keluhan kesehatan berupa mata perih. Kondisi serupa juga dirasakan hingga wilayah Kota Tangerang, di mana BPBD setempat mengonfirmasi bahwa sebaran abu telah mencapai wilayah Karang Tengah yang berbatasan langsung dengan Jakarta.
Menanggapi situasi ini, pemerintah daerah dan pusat mengambil langkah mitigasi di berbagai sektor. Pemerintah Kota Bandarlampung melalui Wali Kota Eva Dwiana telah menginstruksikan seluruh Puskesmas untuk membuka layanan kesehatan khusus bagi warga yang terdampak paparan abu vulkanik. Sementara itu, di sektor pendidikan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengimbau sekolah-sekolah di wilayah terdampak berat untuk beralih sementara ke skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) daring guna menjamin keamanan siswa.
Di sisi lain, sektor transportasi laut terpantau masih beroperasi secara normal. Kepala BPBD Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, memastikan bahwa aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak tetap berjalan lancar dan aman. Hingga saat ini, pemantauan terhadap aktivitas vulkanik terus dilakukan oleh pihak terkait guna memastikan perkembangan situasi terkini bagi keselamatan masyarakat di sekitar Selat Sunda.
Baca Juga: Antisipasi Erupsi Anak Krakatau, Polri Siagakan Ratusan Personel dan Peralatan SAR
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










