Menu ✖

Mode Gelap
 

Daerah WIB ยท

Walhi Sebut Masyarakat Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Industri Ekstraktif di Sulawesi Tengah


					Walhi Sebut Masyarakat Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Industri Ekstraktif di Sulawesi Tengah Perbesar

Walhi Sebut Masyarakat Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Industri Ekstraktif di Sulawesi Tengah

Foto: ANTARA News - Terkini (Nasional)

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyoroti kerentanan masyarakat dalam menghadapi dampak industri ekstraktif di wilayah Sulawesi Tengah. Dalam momentum peringatan Hari Keadilan Ekologis yang merujuk pada Deklarasi Sumba 20 September 2025, Walhi menekankan bahwa eksploitasi sumber daya alam yang masif berbanding lurus dengan memburuknya kesejahteraan warga.

Perwakilan Walhi Sulawesi Tengah, Solika, menyatakan di Palu bahwa kerusakan lingkungan kini tereskalasi di sejumlah kawasan, meliputi Kabupaten Banggai, Poso, Morowali, Morowali Utara, hingga Parigi Moutong. Menurutnya, bencana ekologis seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan seringkali dipicu oleh kegiatan industri tersebut, sehingga masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan. Senada dengan hal itu, Perwakilan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHR) Sulteng, Putri, menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi ruang hidup masyarakat dari eksploitasi dan krisis iklim.

Dalam pernyataan sikapnya, Walhi bersama jaringan organisasi sipil mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha yang bermasalah serta menghentikan ekspansi industri yang merampas ruang kelola rakyat. Mereka juga menuntut perlindungan bagi pejuang lingkungan dan hak asasi manusia, serta pemulihan kawasan yang telah rusak. Salah satu sorotan spesifik datang dari perwakilan warga Tojo Una-Una, Yadi, yang menolak rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Ulubongka. Pembangunan yang membendung Sungai Bongka tersebut dikhawatirkan mengancam ekosistem habitat ikan nike sekaligus mata pencaharian warga setempat.

Di tengah upaya menjaga kelestarian lingkungan dan kenyamanan ruang hidup, setiap individu juga dapat mendukung gaya hidup berkelanjutan dengan memilih produk berkualitas. Anda bisa melengkapi kebutuhan fashion dan gaya hidup sehari-hari melalui Howsh Official Store yang menyediakan pilihan produk lengkap serta ulasan pembeli terpercaya di Shopee. Howsh Official Store.

Baca Juga: Menteri Lingkungan Hidup Pastikan Kebakaran di 31 TPA Berhasil Ditangani

Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).

badge-check

Tim

Baca Lainnya

Badan Karantina Indonesia Dorong 1.000 UMKM di Sulawesi Tengah Tembus Pasar Ekspor

29 September 2026 - 07:06 WIB

Badan Karantina Indonesia Dorong 1.000 UMKM di Sulawesi Tengah Tembus Pasar Ekspor

Ragam Peristiwa Jakarta: Kebakaran di Joglo hingga Hilangnya Fasilitas Taman RPTRA

29 September 2026 - 07:05 WIB

Ragam Peristiwa Jakarta: Kebakaran di Joglo hingga Hilangnya Fasilitas Taman RPTRA

PT RPH Surabaya Ajak Masyarakat Terapkan Prinsip ASUH dalam Memilih Daging Sapi

29 September 2026 - 07:05 WIB

PT RPH Surabaya Ajak Masyarakat Terapkan Prinsip ASUH dalam Memilih Daging Sapi

Tren Bersepeda 2026: Eksplorasi Bikepacking hingga Budaya Gowes Komunitas yang Kian Marak

26 September 2026 - 07:06 WIB

Tren Bersepeda 2026: Eksplorasi Bikepacking hingga Budaya Gowes Komunitas yang Kian Marak

BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir NTB Akibat Fenomena Harvest Moon

26 September 2026 - 07:06 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir NTB Akibat Fenomena Harvest Moon

Jenazah ABK KM Arupadhatu I yang Ditemukan di Pulau Enggano Diterbangkan ke Jakarta

24 September 2026 - 07:05 WIB

Jenazah ABK KM Arupadhatu I yang Ditemukan di Pulau Enggano Diterbangkan ke Jakarta
Trending di Daerah