PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memacu transformasi perusahaan melalui empat pilar strategis yang dikenal sebagai TLKM 30. Dalam Public Expose Live 2026 yang berlangsung Senin (7/9), Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menjelaskan bahwa langkah ini mencakup operational and service excellence, streamlining, unlocking value, serta modus-operandi shift. Transformasi tersebut dilakukan untuk membangun struktur bisnis yang lebih fokus, transparan, dan akuntabel melalui penyederhanaan organisasi atau delayering ke dalam lima segmen utama, yakni B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International, serta Others and Ancillary.
Model bisnis baru ini merupakan transisi menuju Strategic Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) yang terintegrasi. Dian menegaskan bahwa melalui delayering, Telkom dapat mengambil keputusan strategis secara lebih cepat dalam mengarahkan sumber daya serta modal. Hingga semester I 2026, Telkom mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan pendapatan konsolidasi mencapai Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% secara tahunan (YoY). Sementara laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp10,6 triliun, dengan laba bersih ternormalisasi tumbuh 6,2% YoY menjadi Rp11,3 triliun.
Guna menjaga pertumbuhan, Telkom mengalokasikan lebih dari 94% belanja modal (CAPEX) untuk memperkuat bisnis inti di segmen B2C dan B2B Infrastructure. Di sektor infrastruktur digital, Telkom tengah menyiapkan spin-off InfraNexia sebagai neutral carrier untuk menggarap pasar whole sale connectivity. Selain itu, bisnis data center melalui NeutraDC menunjukkan performa impresif dengan pertumbuhan pendapatan 11% YoY pada semester I 2026, yang didukung oleh okupansi tinggi di HDC Cikarang serta kesiapan operasional HDC Batam pada semester II 2026.
Di sisi lain, Telkomsel sebagai ujung tombak segmen B2C mencatatkan pertumbuhan pendapatan 5,3% YoY menjadi Rp28,0 triliun, dengan kenaikan laba bersih signifikan sebesar 24,9%. Penguatan kapasitas jaringan juga terus dikejar melalui penambahan 100 MHz spektrum pada pita 700 MHz dan 2.600 MHz, menjadikan total portofolio spektrum Telkomsel mencapai 265 MHz. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan 5G serta mendukung efisiensi operasional dan profitabilitas jangka panjang perusahaan.
Transformasi digital yang terus digenjot Telkom tentu menuntut kebutuhan koneksi yang stabil bagi para pengguna dalam berbagai aktivitas. Untuk mendukung mobilitas tersebut, Modem WiFi Portabel 4G/5G LTE M34 bisa menjadi pilihan tepat guna memastikan kelancaran akses internet saat bekerja, traveling, maupun belajar online bagi 10 hingga 15 perangkat sekaligus. Dengan kecepatan hingga 300Mbps dan daya tahan baterai 3000mAh yang awet hingga 10 jam, perangkat ini sangat andal untuk menemani produktivitas Anda sepanjang hari. Modem WiFi Portabel 4G/5G LTE M34 | Baterai 3000mAh Tahan 8-10 Jam | Kecepatan 300Mbps | Bisa 10-15 Perangkat | Untuk Kerja, Traveling, Belajar Online.
Baca Juga: Asing Lepas Saham Perbankan, IHSG Terkoreksi di Sesi Pertama Kamis Ini
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: CNBC Indonesia – Market (sumber).










