Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan sesi pertama pada Kamis (10/9/2026) dengan kinerja negatif. IHSG tercatat mengalami koreksi sebesar 0,14% dan bertengger di level 6.668,52. Padahal, pada awal sesi, indeks sempat menunjukkan tren positif dengan menyentuh level tertinggi di angka 6.712,50 sebelum akhirnya berbalik melemah.
Pelemahan indeks ini dibarengi dengan aksi jual bersih atau net foreign sell yang signifikan oleh investor asing. Merujuk pada data Stockbit Sekuritas, investor asing tercatat melakukan aksi jual senilai Rp4,02 triliun, sementara nilai pembelian hanya mencapai Rp2,71 triliun. Alhasil, terjadi net foreign sell dengan total nilai mencapai Rp1,31 triliun selama sesi pertama perdagangan.
Tekanan jual asing terlihat paling mendominasi pada sektor saham perbankan big cap. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi emiten yang paling banyak dilepas asing dengan nilai jual bersih sebesar Rp276,20 miliar, disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp116,19 miliar. Selain perbankan, asing juga melepas saham PT Indosat Tbk (ISAT) senilai Rp76,47 miliar, PT AMMAN Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp36,17 miliar, PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp34,19 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp22,53 miliar, PT Chandra NCKL Rp17,83 miliar, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp17,14 miliar.
Kendati demikian, di tengah aksi jual tersebut, investor asing masih memborong sejumlah saham lainnya. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi saham yang paling banyak dibeli dengan net buy mencapai Rp177,57 miliar. Saham lain yang juga mencatatkan pembelian bersih di antaranya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar Rp134,80 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp97,24 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp84,83 miliar, dan PT Timah Tbk (TINS) Rp63,70 miliar.
Selain emiten tersebut, asing juga mengakumulasi saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp53,97 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp43,37 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp40,29 miliar, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp32,57 miliar, serta PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebesar Rp28,88 miliar.
Baca Juga: IHSG Merosot 1,2 Persen, Tertekan Konflik Geopolitik dan Lonjakan Yield US Treasury
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: CNBC Indonesia – Market (sumber).










