Menghadapi dinamika ekonomi dan geopolitik dunia yang penuh tantangan, para nasabah wealth management kini semakin selektif dalam menempatkan aset mereka di tahun 2026. Kondisi global yang fluktuatif menuntut strategi pengelolaan investasi yang lebih cermat dan adaptif.
General Manager Divisi Wealth Management BNI, Henny Eugenia, mengungkapkan bahwa pihaknya terus menyesuaikan portofolio nasabah BNI Emerald dan BNI Private dengan profil risiko atau risk appetite masing-masing individu. Dalam proses penyesuaian tersebut, faktor likuiditas serta potensi imbal hasil menjadi pertimbangan utama bagi nasabah dalam menentukan instrumen investasi yang dipilih.
Lebih lanjut, Henny menjelaskan bahwa dinamika ekonomi global mengharuskan adanya langkah rebalancing portofolio. Hal ini dilakukan guna merespons berbagai sentimen pasar, termasuk proyeksi potensi kenaikan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat, The Fed, serta kebijakan BI Rate dari Bank Indonesia. Langkah ini diambil untuk memastikan aset nasabah tetap terlindungi sekaligus mampu mencatatkan kinerja yang optimal di tengah tekanan ekonomi.
Baca Juga: Investor Global Lepas US Treasury Akibat Kekhawatiran Fiskal AS, Rupiah Terdampak
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: CNBC Indonesia – Market (sumber).










