Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat kinerja positif sektor pariwisata sepanjang Januari hingga Juli 2026. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia tercatat mencapai 8,98 juta kunjungan, angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,23 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kinerja Kemenpar di Jakarta, Jumat, menyatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan ketahanan pariwisata nasional di tengah dinamika geopolitik serta perlambatan ekonomi global. Pertumbuhan kunjungan wisman ini disumbang oleh berbagai kawasan, dengan rincian Asia lainnya sebesar 8,69 persen, Asia Tenggara 7,32 persen, dan Oseania 7,26 persen. Selain itu, kawasan Timur Tengah juga mencatat tren positif seiring membaiknya situasi di wilayah tersebut, sementara pasar Eropa mulai menunjukkan perbaikan meski masih berada dalam fase kontraksi.
Dari sisi ekonomi, pariwisata sukses menyumbang devisa sebesar 8,43 miliar dolar AS atau setara Rp145,13 triliun pada semester I 2026, meningkat 2,88 persen dari periode yang sama tahun 2025. Widiyanti menegaskan bahwa pemerintah terus berfokus pada kualitas kunjungan, yang tecermin dari transaksi wisatawan di sektor akomodasi, kuliner, hingga produk UMKM. Hal ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat kontribusi langsung pariwisata terhadap PDB pada 2025 mencapai 4,78 persen atau sekitar Rp1,139 triliun.
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menambahkan bahwa sektor ini juga didukung oleh pergerakan wisatawan nusantara yang mencapai 737,85 juta perjalanan sepanjang Januari-Juli 2026 atau tumbuh 3,34 persen. Sebaliknya, perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri justru mengalami penurunan 3,25 persen menjadi 5,26 juta perjalanan, sehingga Indonesia mencatat surplus 3,71 juta perjalanan. Aktivitas yang meningkat ini turut berdampak pada sektor perhotelan, di mana rata-rata tingkat okupansi nasional mencapai 49,13 persen pada periode tujuh bulan pertama tahun 2026.
Baca Juga: Beban Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh Kini Resmi Ditanggung Pemerintah
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










