Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan di wilayahnya untuk memberikan prioritas utama penanganan medis bagi korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8. Perintah ini dikeluarkan pasca-evakuasi korban dari perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9). Muhidin menekankan agar kendala administratif tidak boleh menghambat akses pertolongan bagi korban yang sedang dalam kondisi darurat.
Hingga saat ini, Basarnas mencatat Kapal Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) membawa 243 penumpang dan sempat dilaporkan hilang kontak pada Minggu sekitar pukul 02.00 Wita. Berdasarkan data terbaru, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 113 penumpang, dengan rincian 107 orang selamat dan enam orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 130 orang lainnya masih dalam upaya pencarian oleh tim gabungan yang mengerahkan 15 armada, terdiri dari 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat.
Selain memastikan kesiapan fasilitas kesehatan, Muhidin juga meminta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk terus memberikan dukungan penuh kepada operasi SAR. Ia mengimbau pihak keluarga agar menunggu informasi resmi dan meminta masyarakat tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Terkait penyebab musibah, Muhidin meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil investigasi resmi dari otoritas berwenang, serta menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan transportasi laut setelah seluruh proses penanganan tuntas.
Baca Juga: Update Operasi SAR Jurnalis Hilang hingga Penanganan Dampak Gempa NTT dan Konflik Jayawijaya
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










