Badan SAR Nasional (Basarnas) terus mengintensifkan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa operasi yang berpusat di Pos SAR Pantai Marina Carita, Pandeglang, Banten, kini telah melibatkan 11 kapal besar dari KRI, TNI Angkatan Laut, Polri, hingga armada milik Basarnas. Total personel yang diterjunkan dalam misi pencarian ini mencapai lebih dari 300 orang. Strategi pencarian juga terus dikembangkan, dari tiga sektor pada hari pertama, kini telah meluas hingga enam sektor.
Terkait strategi teknis, Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa penyisiran akan diperluas ke sisi utara Gunung Anak Krakatau. Langkah ini diambil berdasarkan perhitungan arus laut, pola pergeseran ombak, serta arah angin setelah sisi selatan disisir hingga radius 20 Nautical Mile (NM). Basarnas juga mengimbau masyarakat yang turut membantu pencarian agar tetap mematuhi prosedur keselamatan, terutama larangan memasuki radius 3 kilometer dari lokasi erupsi guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penanganan dampak bencana di wilayah lain. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), jumlah korban jiwa akibat gempa bumi per 15 Agustus tercatat mencapai 136 orang, di mana 88 di antaranya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis. Saat ini, proses verifikasi rumah terdampak gempa terus dilakukan dengan capaian mencapai 70 persen. Sementara itu, untuk memulihkan situasi pascakonflik sosial di Jayawijaya, Papua Pegunungan, BNPB telah menyalurkan berbagai bantuan logistik dan peralatan darurat, menyusul perpanjangan status tanggap darurat yang berlaku hingga 31 Desember 2026.
Baca Juga: Ketua DPD RI Soroti Hilangnya Lima Jurnalis Saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










