Menu ✖

Mode Gelap
 

Sosial WIB ยท

Update Operasi SAR Jurnalis Hilang hingga Penanganan Dampak Gempa NTT dan Konflik Jayawijaya


					Update Operasi SAR Jurnalis Hilang hingga Penanganan Dampak Gempa NTT dan Konflik Jayawijaya Perbesar

Update Operasi SAR Jurnalis Hilang hingga Penanganan Dampak Gempa NTT dan Konflik Jayawijaya

Foto: ANTARA News - Terkini (Nasional)

Badan SAR Nasional (Basarnas) terus mengintensifkan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa operasi yang berpusat di Pos SAR Pantai Marina Carita, Pandeglang, Banten, kini telah melibatkan 11 kapal besar dari KRI, TNI Angkatan Laut, Polri, hingga armada milik Basarnas. Total personel yang diterjunkan dalam misi pencarian ini mencapai lebih dari 300 orang. Strategi pencarian juga terus dikembangkan, dari tiga sektor pada hari pertama, kini telah meluas hingga enam sektor.

Terkait strategi teknis, Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa penyisiran akan diperluas ke sisi utara Gunung Anak Krakatau. Langkah ini diambil berdasarkan perhitungan arus laut, pola pergeseran ombak, serta arah angin setelah sisi selatan disisir hingga radius 20 Nautical Mile (NM). Basarnas juga mengimbau masyarakat yang turut membantu pencarian agar tetap mematuhi prosedur keselamatan, terutama larangan memasuki radius 3 kilometer dari lokasi erupsi guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penanganan dampak bencana di wilayah lain. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), jumlah korban jiwa akibat gempa bumi per 15 Agustus tercatat mencapai 136 orang, di mana 88 di antaranya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis. Saat ini, proses verifikasi rumah terdampak gempa terus dilakukan dengan capaian mencapai 70 persen. Sementara itu, untuk memulihkan situasi pascakonflik sosial di Jayawijaya, Papua Pegunungan, BNPB telah menyalurkan berbagai bantuan logistik dan peralatan darurat, menyusul perpanjangan status tanggap darurat yang berlaku hingga 31 Desember 2026.

Baca Juga: Ketua DPD RI Soroti Hilangnya Lima Jurnalis Saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).

badge-check

Tim

Baca Lainnya

Rangkuman Peristiwa Nasional: Doa Imam Besar Dunia hingga Penanganan Bencana di Solok

26 September 2026 - 07:06 WIB

Rangkuman Peristiwa Nasional: Doa Imam Besar Dunia hingga Penanganan Bencana di Solok

BMKG Prakirakan Sebagian Wilayah Jakarta Diguyur Hujan pada Sabtu Sore hingga Malam

19 September 2026 - 07:06 WIB

BMKG Prakirakan Sebagian Wilayah Jakarta Diguyur Hujan pada Sabtu Sore hingga Malam

Pencarian Hari Keenam, KN SAR Antasena Belum Temukan Korban Hilang di Selat Sunda

14 September 2026 - 00:40 WIB

Pencarian Hari Keenam, KN SAR Antasena Belum Temukan Korban Hilang di Selat Sunda

Pemerintah Percepat Pemulihan Sosial dan Infrastruktur di Papua Pegunungan Pascakonflik

13 September 2026 - 07:01 WIB

Pemerintah Percepat Pemulihan Sosial dan Infrastruktur di Papua Pegunungan Pascakonflik

Dentuman Keras Gemparkan Warga Gorontalo, Diduga Fenomena Benda Langit

12 September 2026 - 08:40 WIB

Dentuman Keras Gemparkan Warga Gorontalo, Diduga Fenomena Benda Langit

Kebakaran Feri MV June Aster di Filipina: 5 Orang Tewas dan 86 Penumpang Hilang

10 September 2026 - 18:49 WIB

Kebakaran Feri MV June Aster di Filipina: 5 Orang Tewas dan 86 Penumpang Hilang
Trending di Sosial