Pelaku industri nikel menyambut positif rencana kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027 mendatang. Langkah ini diproyeksikan sebagai upaya strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya di kancah global.
Kehadiran bursa tersebut diharapkan mampu mendorong Indonesia bertransformasi menjadi negara penentu harga atau price maker untuk komoditas penting dunia, khususnya nikel. Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Arif Perdana Kusumah, menyampaikan pandangannya mengenai hal ini dalam program Closing Bell di CNBC Indonesia pada Jumat (11/09/2026).
Kalangan pengusaha berharap BMKS dapat menciptakan sistem pembentukan harga yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan adanya bursa ini, harga komoditas diharapkan dapat mencerminkan realitas pasar yang sebenarnya serta didasarkan pada mekanisme penawaran dan permintaan (supply and demand) yang sehat.
Baca Juga: Vale Indonesia Siapkan Capex Rp19,29 Triliun untuk Ekspansi Besar-besaran di 2027
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: CNBC Indonesia – Market (sumber).










