PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) kini menyediakan solusi perbankan inklusif melalui produk BSI TabunganKu dan BSI Tabungan SimPel iB. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan BSI terhadap arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar setiap masyarakat memiliki akses kepemilikan rekening bank.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menjelaskan bahwa kedua produk tersebut menggunakan akad Wadiah atau akad titipan, sehingga nasabah tidak dikenakan biaya administrasi bulanan. Adapun segmentasi penggunaannya dibedakan berdasarkan usia, di mana BSI TabunganKu ditujukan bagi nasabah berusia 17 tahun ke atas, sedangkan BSI Tabungan SimPel iB diperuntukkan bagi mereka yang berusia di bawah 17 tahun.
Selain bebas biaya admin, rekening ini sudah terintegrasi dengan layanan mobile banking BYOND by BSI. Persyaratan setoran awal pun sangat terjangkau, yakni sebesar Rp20 ribu untuk TabunganKu dan Rp1.000 untuk SimPel iB. Anggoro menekankan bahwa kebijakan ini sangat krusial bagi penyaluran bantuan pemerintah. Jika pemerintah menyalurkan bantuan sebesar Rp50 ribu, nominal tersebut akan diterima utuh oleh penerima manfaat tanpa potongan biaya bulanan.
Dengan keunggulan ini, BSI berharap masyarakat dapat mengoptimalkan pemanfaatan dana bantuan pemerintah. Selain itu, penggunaan akad Wadiah diharapkan mampu mendorong edukasi masyarakat dalam mengatur keuangan jangka panjang, termasuk akses ke investasi syariah seperti Tabungan Emas dan perencanaan ibadah haji sejak dini. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen BSI untuk memperluas akses perbankan syariah yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Ketegangan di Timur Tengah Kembali Tekan Performa IHSG dan Nilai Tukar Rupiah
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: CNBC Indonesia – Market (sumber).










