PT Oxalá Energy International Tbk (PIPA), emiten yang bergerak di sektor infrastruktur mineral dan gas (migas), resmi mengumumkan rencana strategis untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Aztech Pandu Persada. Keputusan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) pada Senin (7/9/2026). Dalam kesepakatan tersebut, PIPA bakal mengambil alih 75% saham Aztech Pandu Persada dari pemiliknya, Riki Rinaldi Idham. Sebagai informasi, target akuisisi merupakan perusahaan kontraktor yang bergerak di bidang jasa engineering serta pengadaan barang untuk cooling tower dan piping.
Langkah korporasi ini ditempuh sebagai bagian dari upaya PIPA memperluas jaringan bisnis, khususnya dalam sektor pertambangan minyak bumi, gas alam, serta perdagangan dan jasa terkait energi. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (9/9/2026), manajemen menjelaskan bahwa transaksi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas bisnis, memperkuat portofolio investasi, serta mendongkrak potensi pendapatan melalui konsolidasi usaha. Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk mengoptimalkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance.
Terkait nilai akuisisi, pihak PIPA menyatakan angka tersebut masih bersifat indikatif dan akan ditentukan setelah proses uji tuntas atau due diligence tuntas. Mengenai skema pendanaan, perusahaan mempertimbangkan penerbitan saham baru atau surat utang, yang nantinya akan disesuaikan dengan kesepakatan para pihak. Rencananya, seluruh proses transaksi akan dirampungkan dalam waktu enam bulan ke depan, dengan catatan harus mendapatkan restu terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Meski sedang melakukan ekspansi, manajemen PIPA memastikan bahwa aksi korporasi ini tidak akan mengubah Pemegang Saham Pengendali (PSP) perusahaan.
Di lantai bursa, respons pasar terhadap pengumuman ini terpantau bervariasi. Saham PIPA sempat terkoreksi 3,48% ke level Rp222 per lembar pada pukul 11.48 WIB. Namun, jika dilihat dari performa bulanan, saham emiten dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp753,74 miliar ini telah mencatatkan penguatan signifikan sebesar 77,42%.
Baca Juga: IHSG Terkoreksi Meski Rupiah Menguat ke Level Rp17.500 per Dolar AS
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: CNBC Indonesia – Market (sumber).










