Kopi dan teh saat ini masih menjadi dua minuman utama yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan survei yang dilakukan Jakpat terhadap 1.238 responden pada 22-24 April 2026, kopi menempati posisi teratas dengan tingkat konsumsi mencapai 72 persen, sementara teh menyusul sangat tipis di angka 71 persen. Selain kedua minuman tersebut, masyarakat juga gemar mengonsumsi susu sebesar 65 persen, jus 51 persen, soda serta matcha masing-masing 31 persen, dan jamu sebanyak 24 persen.
Data survei yang melibatkan 42 persen Gen Z, 44 persen Milenial, dan 14 persen Gen X ini juga menyoroti perbedaan selera antar generasi. Kopi lebih banyak dikonsumsi oleh kelompok Gen X dengan persentase 79 persen, sedangkan teh lebih mendominasi kalangan Milenial dengan angka 75 persen. Di sisi lain, tren konsumsi matcha terlihat lebih tinggi pada generasi yang lebih muda, yakni Gen Z dan Milenial, sementara jamu cenderung lebih banyak diminati oleh kelompok Gen X.
Dari sisi waktu konsumsi, pagi hari antara pukul 06.00 hingga 09.00 menjadi periode paling populer bagi masyarakat untuk meminum kopi maupun teh, dengan persentase mencapai 38 persen. Namun, kebiasaan keduanya mulai menunjukkan perbedaan di waktu lainnya; kopi cenderung tetap dikonsumsi hingga malam hari sebanyak 26 persen, sedangkan teh lebih banyak dinikmati saat sore hari sebesar 22 persen. Secara rutin, sebanyak 29 persen responden mengaku meminum kopi satu kali sehari, sementara 24 persen lainnya mengonsumsinya dua hingga tiga kali dalam sehari.
Baca Juga: Kemenkes Imbau Masyarakat Waspadai Peningkatan Kasus Influenza A pada September 2026
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










