TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengambil langkah sigap dengan mengerahkan tiga unit kapal perang untuk membantu proses pencarian lima orang jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat bertugas meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Ketiga kapal tersebut meliputi KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861.
Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu, pihak TNI AL menjelaskan bahwa pengerahan armada perang ini bertujuan untuk memperkuat operasi pencarian serta memperluas cakupan penyisiran di wilayah perairan Selat Sunda. Selain ketiga KRI tersebut, operasi ini juga diperkuat dengan pelibatan Kapal Angkatan Laut (KAL) dari Lanal Lampung dan Lanal Banten yang bergerak secara terkoordinasi menyisir sektor-sektor yang telah ditentukan.
Di sisi lain, Kepala Kepolisian Daerah Banten, Inspektur Jenderal Polisi Hengki, saat ini memimpin langsung koordinasi tim SAR gabungan di Posko SAR Nasional, Pandeglang. Sejak Senin (7/9), para jurnalis tersebut dinyatakan hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau. Kapolda menegaskan agar seluruh tim penyelamat bekerja maksimal dan terpadu demi memastikan kelancaran serta keamanan proses evakuasi dengan tetap mengedepankan keselamatan para korban.
TNI AL berharap melalui pengerahan kekuatan penuh ini, kelima jurnalis yang hilang dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Koordinasi antara pihak kepolisian dan unsur TNI AL terus ditingkatkan agar pencarian di lapangan dapat berjalan optimal sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Mengapa Abu Vulkanik Anak Krakatau Memaksa Penutupan Ratusan Jadwal Penerbangan?
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










