Berbagai kasus kriminalitas menonjol terjadi di wilayah DKI Jakarta sepanjang Selasa (22/9). Salah satu pengungkapan terbesar dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Pusat yang berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 20,5 kilogram dengan nilai estimasi mencapai Rp25 miliar. Keberhasilan dalam rangkaian Operasi Nila Jaya 2026 ini diikuti dengan penangkapan seorang tersangka berinisial KH (61) di Jalan Raya Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Di sisi lain, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya turut mencatatkan penindakan tegas terhadap peredaran narkotika. Aparat membongkar laboratorium rumahan atau clandestine lab pembuat tembakau sintetis di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, serta mengamankan seorang tersangka berinisial SW (27). Selain itu, di wilayah Jakarta Barat, petugas kepolisian mengungkap modus peredaran narkotika jenis etomidate dengan metode sistem tempel, dengan menahan tersangka berinisial I.H. (29) di Grogol Petamburan. Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat juga melakukan penyisiran di kawasan Tamansari dan mendapati peredaran obat keras jenis Tramadol serta Hexymer yang diduga tanpa izin edar.
Tidak hanya kejahatan narkotika, sektor transportasi publik juga menjadi sasaran tindakan kriminal. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta melaporkan adanya 16 kejadian pencurian dan perusakan kabel prasarana perkeretaapian. Aksi tersebut tercatat terjadi dalam kurun waktu Januari hingga September 2026. Seluruh kasus yang dipaparkan saat ini masih terus didalami oleh pihak kepolisian terkait untuk proses hukum lebih lanjut.
Baca Juga: KPK Dalami Aliran Dana Rp106,3 Miliar Kasus Korupsi ATR/BPN ke Nusron Wahid
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










