Kehidupan pejabat negara pasca-purna tugas sering kali memancing rasa penasaran publik. Salah satu kisah paling legendaris datang dari mantan Menteri Agama RI ke-10, Saifuddin Zuhri, yang memilih jalan hidup penuh kesederhanaan setelah melepas jabatannya. Saifuddin, yang menjabat sebagai Menteri Agama pada periode 1962-1967 dan sempat aktif di DPR-GR serta DPR RI, menunjukkan integritas yang luar biasa hingga masa pensiunnya.
Dalam buku "Sang Pendoa: Para Kiai Fenomenal Pengayom Kedamaian Umat" (2023), terungkap bahwa pada era 1980-an, Saifuddin menjalani rutinitas sebagai pedagang beras di Pasar Glodok. Setiap pukul 09.00 WIB, seusai menjalankan salat Dhuha, ia berangkat menyetir mobilnya sendiri sambil mengangkut karung-karung beras. Menariknya, aktivitas ini disembunyikan rapat-rapat dari keluarganya selama bertahun-tahun hingga akhirnya terbongkar saat salah seorang putranya memergokinya tengah melayani pembeli di pasar tersebut.
Prinsip kesederhanaan Saifuddin sebenarnya telah mengakar kuat bahkan saat ia masih menjabat. Ayah dari Menteri Agama era Kabinet Kerja, Lukman Hakim Saifuddin, ini dikenal enggan menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Ia pernah secara tegas menolak menempati rumah dinas mewah, memilih untuk mencicil rumah sendiri di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Setelah cicilan rumah tersebut lunas, ia bahkan menghibahkannya untuk kepentingan sosial Nahdlatul Ulama.
Jejak kemandirian Saifuddin bukanlah hal baru, mengingat dalam autobiografinya, "Berangkat dari Pesantren" (1984), ia menceritakan pernah menjual berbagai barang seperti pakaian bekas dan rokok saat anak pertamanya lahir pada 1942. Saifuddin Zuhri wafat pada 25 Februari 1986. Meski telah lama tiada, integritas tanpa kompromi dan gaya hidup sederhana yang ia tunjukkan tetap menjadi teladan abadi bagi para pejabat publik di Indonesia.
Baca Juga: Partai Buruh dan KSPI Apresiasi Draf RUU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Dinilai Lebih Pro-Pekerja
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: CNBC Indonesia – Market (sumber).










