Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah arahan strategis terkait kebijakan nasional dalam rangkaian kegiatan pemerintahan yang berlangsung pada Senin (7/9). Fokus utama dari kebijakan tersebut mencakup penguatan infrastruktur pertahanan, penanganan bencana, serta keberlanjutan program kesejahteraan sosial masyarakat.
Dalam aspek pertahanan dan penanggulangan bencana, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia akan segera menerima kapal induk dari Italia. Kapal tersebut nantinya akan dimodifikasi khusus agar mampu mengoperasikan helikopter dan drone, yang akan difungsikan sebagai aset pendukung penanganan bencana di Tanah Air. Selain itu, Kepala Negara menekankan perlunya peningkatan alokasi anggaran mitigasi bencana secara signifikan sebagai bentuk antisipasi dini terhadap berbagai ancaman potensi bencana.
Terkait isu lingkungan, Presiden secara khusus menginstruksikan agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secara serius, khususnya di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) agar tidak menjalar ke zona inti. Untuk mendukung upaya pencegahan tersebut, pemerintah berkomitmen mengalokasikan lebih banyak pesawat berawak dan drone untuk melakukan patroli serta mitigasi karhutla di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara itu, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Presiden juga memastikan keberlanjutan dukungan bagi masyarakat kecil. Presiden memerintahkan jajaran menterinya untuk melanjutkan program bantuan beras nasional hingga akhir tahun 2026, yakni mencakup periode bulan Oktober, November, hingga Desember 2026.
Baca Juga: Ancaman Karhutla di Bukit Soeharto: Hutan Konservasi Terbakar di Tengah El Nino
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










