Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menetapkan target ambisius untuk menyelesaikan pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Proyek ini bertujuan untuk merapikan estetika kota dengan menurunkan seluruh kabel yang saat ini masih melintang di permukaan jalan. Pramono mengakui tantangan pengerjaan ini cukup besar karena total panjang kabel yang harus ditangani mencapai sekitar 6.500 kilometer. Namun, ia optimistis target tersebut dapat tercapai apabila penanganannya dilakukan secara total dan tidak hanya mengandalkan Dinas Bina Marga saja.
Pramono menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini difokuskan pada kabel komunikasi karena proses penurunannya ke bawah tanah lebih memungkinkan dilakukan segera dibandingkan kabel listrik yang membutuhkan waktu pengerjaan lebih lama. Dalam upaya percepatan, ia telah menginstruksikan Kepala Dinas Bina Marga serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terkait untuk menyusun perencanaan strategis jangka panjang. Selain itu, keterlibatan pihak swasta dinilai krusial agar proyek ini dapat menjadi gerakan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan di Jakarta, mengingat payung hukum serta potensi bisnis yang ada sudah mendukung.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menambahkan bahwa saat ini pengerjaan SJUT tengah berlangsung di delapan titik dengan total panjang mencapai 16,9 kilometer. Wilayah yang menjadi fokus penataan meliputi ruas jalan MT Haryono, Gatot Subroto, Soepomo, Abdullah Syafei, Saharjo, Pemuda, Otista, Tebet Barat Dalam Raya, Matraman, hingga Jatinegara. Dengan integrasi perencanaan yang matang dan kolaborasi multipihak, diharapkan wajah ibu kota akan mengalami transformasi signifikan menjadi lebih tertata dan modern setelah seluruh kabel berhasil masuk ke dalam tanah.
Baca Juga: Tren Positif, LRT Jabodebek Kian Diminati untuk Mobilitas Kerja hingga Rekreasi Akhir Pekan
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










