Pemerintah secara resmi memberlakukan penutupan sementara terhadap delapan bandar udara guna mengantisipasi risiko keselamatan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik. Kebijakan ini dijadwalkan berlaku hingga Minggu malam pukul 24:00, sebagai langkah mitigasi utama untuk memastikan tidak ada aktivitas penerbangan yang terganggu oleh paparan material vulkanik di ruang udara.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan jajaran terkait untuk sigap menangani arus penumpang yang terdampak. Sebagai solusi atas penutupan operasional di delapan titik tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah bandara alternatif yang berfungsi sebagai pusat transit sementara bagi para penumpang yang terlanjur memiliki jadwal keberangkatan.
Guna mempermudah mobilisasi penumpang menuju lokasi bandara alternatif tersebut, pemerintah juga telah menyediakan fasilitas transportasi darat secara gratis. Langkah ini diambil untuk memastikan hak-hak penumpang tetap terlayani dengan baik di tengah kendala operasional yang disebabkan oleh faktor alam tersebut.
Baca Juga: Dari Penanganan Abu Vulkanik hingga Peluncuran Changan Nevo Q06 di Pasar Global
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










