Peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk kembali mendekatkan diri dengan wastra Nusantara. Semangat tersebut disuarakan oleh para pemeran serta sutradara dalam pementasan Home Sweet Loan The Musical di Jakarta, Rabu malam, sebagai upaya membumikan budaya dalam realitas kehidupan sehari-hari.
Pemeran tokoh Kaluna, Kalya Islamadina, mengungkapkan bahwa kain tradisional tidak seharusnya dipandang sebagai busana yang hanya dikenakan pada acara formal atau ke kantor saja. Menurutnya, masyarakat perlu mulai memadupadankan kain tradisional dalam aktivitas sehari-hari sebagai bentuk apresiasi dan pelestarian identitas budaya. Pandangan serupa disampaikan Chintana Jo yang menilai bahwa setiap helai kain Nusantara memiliki narasi mendalam yang mampu bercerita tanpa perlu diucapkan secara lisan.
Guna menjembatani pesan tersebut, Sutradara Home Sweet Loan The Musical, Lisa Reideka, menerapkan pendekatan praktis melalui kostum panggung. Karakter keluarga dalam pertunjukan tersebut tampil dengan busana rumahan yang mengaplikasikan corak batik. Lisa menekankan bahwa upaya ini mengedepankan aspek kenyamanan agar tradisi dapat diterima secara luwes tanpa sekat.
Selain aspek busana, unsur budaya juga diintegrasikan ke dalam koreografi yang menggabungkan elemen jazz dengan tarian tradisional, seperti tari dari Manggarai Timur dan tari Saman dari Aceh, yang merefleksikan semangat gotong royong. Seluruh rangkaian pementasan ini ditutup melalui lagu Riuh Jakarta, yang dirancang tim produksi untuk menggambarkan realitas kehidupan masyarakat Indonesia yang tetap menjunjung tinggi nilai kebudayaan lokal di tengah hiruk-pikuk kota.
Baca Juga: Pencak Silat Tampil Memukau dalam Sajian The World Heritage Showcase di Indonesia Sport Summit 2026
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).









