Anggota Komite III DPD RI, Arianto Kogoya, mengusulkan agar penyelenggaraan festival budaya di enam provinsi se-Tanah Papua dapat terintegrasi. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut, mulai dari Sorong hingga Merauke. Menurut Arianto, saat ini pelaksanaan festival budaya di enam provinsi, yakni Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya, masih berjalan masing-masing tanpa koordinasi jadwal yang matang.
Arianto menjelaskan bahwa keterpaduan jadwal festival sangat krusial bagi wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara. Dengan adanya integrasi waktu, para pengunjung dapat merancang perjalanan mereka secara berurutan dan efisien. Sebagai contoh, wisatawan bisa memulai kunjungan dari Raja Ampat, kemudian melanjutkan perjalanan ke Biak, Jayapura, Wamena, Tolikara, hingga Merauke dalam satu rangkaian perjalanan. Pola ini diyakini tidak hanya memberikan pengalaman budaya yang lebih kaya, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Arianto menyatakan perlunya diskusi lebih lanjut dengan sesama anggota DPD RI agar usulan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat maupun daerah. Selain aspek sinkronisasi jadwal, Arianto juga menekankan bahwa jaminan keamanan merupakan faktor mutlak dalam pengembangan pariwisata di Papua. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung, sehingga wisatawan merasa puas saat menikmati kekayaan alam, adat istiadat, dan budaya Papua, khususnya di kawasan Papua Pegunungan.
Baca Juga: Filep Wamafma Desak Hak Ulayat Papua Masuk dalam RUU Reforma Agraria
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).









