Menu ✖

Mode Gelap
 

Tech & Gadget WIB ยท

Mengenal Perbedaan Mata Minus dan Plus: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya


					Mengenal Perbedaan Mata Minus dan Plus: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Perbesar

Mengenal Perbedaan Mata Minus dan Plus: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Foto: ANTARA News - Terkini (Nasional)

Mata minus dan mata plus merupakan gangguan penglihatan umum yang masuk dalam kategori kelainan refraksi. Kondisi ini terjadi ketika bentuk bola mata menyebabkan cahaya yang masuk tidak dapat terfokus dengan tepat pada retina. Meski sama-sama memicu pandangan kabur, keduanya memiliki karakteristik, penyebab, serta cara penanganan yang berbeda.

Mata minus, atau dikenal secara medis sebagai miopia, terjadi ketika cahaya terfokus di depan retina. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh bentuk bola mata yang terlalu panjang atau kornea yang terlalu melengkung, sehingga penderita kesulitan melihat objek jarak jauh namun tetap bisa melihat jelas objek dekat. Gejala yang sering muncul meliputi pandangan buram saat melihat jauh, kebiasaan menyipitkan mata, mata lelah, hingga sakit kepala. Miopia sering kali muncul pada masa kanak-kanak atau remaja dan dipengaruhi faktor genetik serta lingkungan.

Sebaliknya, mata plus atau hipermetropia terjadi ketika cahaya terfokus di belakang retina akibat bola mata yang cenderung lebih pendek atau kornea yang terlalu datar. Gejala utamanya adalah kesulitan memfokuskan pandangan pada objek dekat, seperti saat membaca buku, menulis, atau menatap layar ponsel. Pada kasus hipermetropia ringan, penderita terkadang tidak menyadari adanya gangguan karena mata masih mampu melakukan kompensasi. Namun, aktivitas yang membutuhkan fokus dekat dalam waktu lama biasanya akan memicu kelelahan mata dan sakit kepala.

Perlu dipahami bahwa gejala klinis saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis. Pemeriksaan oleh dokter mata sangat diperlukan guna memastikan jenis kelainan refraksi serta menentukan tindakan koreksi yang tepat, seperti penggunaan kacamata, lensa kontak, atau prosedur bedah refraktif. Jika seseorang mengalami pandangan buram, sakit kepala berulang, atau kesulitan beraktivitas sehari-hari akibat penglihatan yang menurun, segera lakukan pemeriksaan mata untuk mendapatkan penanganan medis yang sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Sering Mengalami WiFi Tersambung Tapi Tidak Ada Internet? Berikut Penyebab dan Solusinya

Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).

badge-check

Tim

Baca Lainnya

Kemnaker Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Verifikasi Program MagangHub

30 September 2026 - 07:05 WIB

Kemnaker Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Verifikasi Program MagangHub

Menikmati Ragam Kuliner Thailand dan Teh Artisan di Restoran Saa Wan Jakarta

30 September 2026 - 07:05 WIB

Menikmati Ragam Kuliner Thailand dan Teh Artisan di Restoran Saa Wan Jakarta

Penyebab Sering Overthinking di Malam Hari dan Cara Mengatasinya

26 September 2026 - 07:06 WIB

Penyebab Sering Overthinking di Malam Hari dan Cara Mengatasinya

Rangkuman Berita Jakarta: Prestasi Kelurahan, Urban Farming, hingga Peristiwa Kecelakaan di Tanjung Priok

25 September 2026 - 07:06 WIB

Rangkuman Berita Jakarta: Prestasi Kelurahan, Urban Farming, hingga Peristiwa Kecelakaan di Tanjung Priok

PT Delta Sukses Teknologi Inisiasi Alih Teknologi Produksi Perangkat Rokok Elektrik Lokal

25 September 2026 - 07:05 WIB

PT Delta Sukses Teknologi Inisiasi Alih Teknologi Produksi Perangkat Rokok Elektrik Lokal

Huawei Kirin 9050 Pro Disebut Ungguli Performa Chip A17 Pro Apple

24 September 2026 - 07:10 WIB

Huawei Kirin 9050 Pro Disebut Ungguli Performa Chip A17 Pro Apple
Trending di Tech & Gadget