Menu ✖

Mode Gelap
 

Ekonomi WIB ยท

Jasa Marga Siapkan Belanja Modal Rp12 Triliun untuk Garap Lima Proyek Tol Strategis


					Jasa Marga Siapkan Belanja Modal Rp12 Triliun untuk Garap Lima Proyek Tol Strategis Perbesar

Jasa Marga Siapkan Belanja Modal Rp12 Triliun untuk Garap Lima Proyek Tol Strategis

Foto: CNBC Indonesia - Market

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menargetkan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga akhir tahun 2026 mencapai angka Rp12 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan operasional, kegiatan pemeliharaan, serta percepatan investasi pembangunan sejumlah ruas jalan tol baru di Indonesia. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa hingga saat ini realisasi serapan capex perseroan telah menyentuh angka Rp4,4 triliun. Menurut Rivan, besaran serapan total nantinya akan sangat bergantung pada progres realisasi pembangunan di lapangan.

Dalam upaya memperluas konektivitas nasional, Jasa Marga saat ini tengah memfokuskan pengerjaan lima proyek tol secara bertahap. Proyek tersebut mencakup Jalan Tol Japek II Selatan yang segera rampung, serta pembangunan Tol Akses Patimban sepanjang 14 kilometer yang ditargetkan beroperasi pada 2028. Selain itu, progres signifikan terlihat pada proyek Tol Yogyakarta-Bawen, di mana Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo dijadwalkan memperoleh sertifikat laik operasi (SLO) akhir September 2026, dan Seksi 6 Ambarawa-Bawen diharapkan beroperasi pada akhir tahun ini. Sementara pada proyek Tol Yogyakarta-Solo, segmen Kartosuro-Palur telah beroperasi, sedangkan segmen lainnya terus dikebut untuk target penyelesaian bertahap hingga 2027. Terakhir, proyek Tol Probowangi sepanjang 49,68 kilometer pada Seksi 3 Paiton-Besuki juga tengah dipersiapkan untuk mulai beroperasi pada akhir 2026 atau awal 2027.

Kinerja keuangan Jasa Marga sepanjang semester I/2026 menunjukkan tren positif dengan pendapatan usaha mencapai Rp10,31 triliun, tumbuh 7,6% secara tahunan. Pendapatan tol berkontribusi sebesar Rp9,5 triliun atau naik 6,8% (yoy), sementara pendapatan usaha lain melonjak 17,6% menjadi Rp798,2 miliar. Pertumbuhan di sisi pendapatan ini berhasil dikonversi menjadi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,91 triliun, atau meningkat 2% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: IHSG Terkoreksi Meski Rupiah Menguat ke Level Rp17.500 per Dolar AS

Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: CNBC Indonesia – Market (sumber).

badge-check

Tim

Baca Lainnya

Inflasi Tahunan Australia Naik ke Angka 4 Persen pada Agustus

3 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Inflasi Tahunan Australia Naik ke Angka 4 Persen pada Agustus

MidOcean Energy Raih Modal Ekuitas 4 Miliar Dolar untuk Ekspansi LNG Global

2 Oktober 2026 - 07:05 WIB

MidOcean Energy Raih Modal Ekuitas 4 Miliar Dolar untuk Ekspansi LNG Global

Kemenperin Gandeng Lima Perguruan Tinggi Perkuat Daya Saing IKM Lewat Mentor Hub

1 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Kemenperin Gandeng Lima Perguruan Tinggi Perkuat Daya Saing IKM Lewat Mentor Hub

Bank Indonesia Terapkan Strategi Adaptif Jaga Stabilitas Rupiah dari Tekanan Dolar AS

30 September 2026 - 07:06 WIB

Bank Indonesia Terapkan Strategi Adaptif Jaga Stabilitas Rupiah dari Tekanan Dolar AS

Kementerian PKP Susun Regulasi Recycle KPR untuk Percepat Penyediaan Rumah Subsidi

29 September 2026 - 09:00 WIB

Kementerian PKP Susun Regulasi Recycle KPR untuk Percepat Penyediaan Rumah Subsidi

Perkuat Rantai Pasok Nasional, ANTAM Serap 9 Ton Emas Produksi Freeport

26 September 2026 - 07:06 WIB

Perkuat Rantai Pasok Nasional, ANTAM Serap 9 Ton Emas Produksi Freeport
Trending di Ekonomi