Sebuah acara sampingan bertajuk "Kecerdasan Buatan (AI) Memberdayakan Pengembangan Hak Asasi Manusia" digelar dalam rangkaian sesi ke-63 Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa pada Jumat (18/9). Pertemuan tersebut dihadiri oleh hampir 100 peserta, termasuk perwakilan dari 20 lebih negara, pimpinan organisasi nonpemerintah, serta para pakar internasional yang mendiskusikan tata kelola AI global serta pemanfaatannya untuk mendukung hak asasi manusia.
Dalam forum tersebut, Konselor Perwakilan Tetap China untuk Kantor PBB di Jenewa, Wang Nian, menegaskan komitmen pihaknya untuk menyatukan komunitas internasional dalam memanfaatkan AI demi perlindungan hak asasi manusia. China turut mengajukan resolusi tematik mengenai "aksesibilitas untuk semua" dengan pendekatan yang berpusat pada manusia dan inklusif. Pendekatan ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, perempuan, serta anak-anak, agar dapat berpartisipasi setara dalam kehidupan sosial.
Para pembicara dari berbagai latar belakang berbagi pengalaman praktis terkait penerapan AI di wilayah masing-masing. Wakil Presiden Presidium Federasi Penyandang Disabilitas Beijing, Lu Xiaoguang, memaparkan penggunaan antarmuka otak-komputer untuk membantu penyandang disabilitas, sementara perwakilan dari Institut Autisme IBRAA Aljazair, Ayyoub Mihoubi, menunjukkan efektivitas AI dalam skrining dini serta rehabilitasi autisme. Di sisi lain, beberapa perwakilan menekankan perlunya mengatasi kesenjangan distribusi sumber daya digital antara negara-negara Global South dengan negara maju.
Meski menawarkan peluang besar, para pakar sepakat bahwa AI merupakan pedang bermata dua yang memerlukan sistem tata kelola global yang kuat. Direktur Sikh Human Rights Group, Jasdev Rai, menekankan bahwa pengembangan teknologi cerdas harus mematuhi prinsip etika dasar. Hal tersebut dinilai krusial guna membangun mekanisme pencegahan risiko yang kokoh, sehingga AI dapat berkembang secara aman, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat global di masa depan.
Pemanfaatan teknologi AI yang inklusif tentu membutuhkan dukungan perangkat gadget yang mumpuni agar aktivitas digital tetap lancar dan terhubung. Bagi Anda yang membutuhkan aksesoris gadget berkualitas seperti charger dan powerbank, silakan kunjungi REMAX ID Official Store di Shopee untuk melihat pilihan produk lengkap dengan harga resmi. REMAX ID Official Store.
Baca Juga: China Usul Inisiatif Kecerdasan Buatan Terbuka bagi Negara Anggota BRICS
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










