Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang sukses menggelar International Conference on Indonesian Social and Political Enquiries (ICISPE) 2026 pada Jumat. Konferensi tahun ke-11 ini mengangkat tema "Bridging Governance and Ecology: Navigating Energy Policy, Environmental Protection, and Climate Governance" untuk merespons urgensi isu lingkungan di tingkat global.
Wakil Rektor Undip, Wijayanto, menegaskan bahwa tata kelola lingkungan merupakan isu krusial yang menentukan masa depan generasi mendatang. Ia menyoroti dampak nyata perubahan iklim yang telah dirasakan dunia, seperti gelombang panas di Prancis hingga permasalahan banjir dan rob yang mengancam wilayah pesisir Kota Semarang. Menurutnya, diskusi mendalam mengenai ekologi menjadi keharusan agar Indonesia tidak tertinggal dalam percakapan global mengenai keberlanjutan.
Konferensi ini menghadirkan pakar dari dalam dan luar negeri, termasuk Prof. Sudharto P. Hadi, Prof. Mamoon Allan dari University of Jordan, serta Dr. Wai Man Natalie Wong dari National Chengchi University, Taiwan. Para akademisi dan peneliti yang hadir mendiskusikan berbagai perspektif mengenai kebijakan energi serta perlindungan lingkungan. Dekan FISIP Undip, Teguh Yuwono, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi langkah strategis universitas untuk meningkatkan reputasi akademik melalui target 100 artikel ilmiah terindeks Scopus yang akan dipublikasikan dari hasil konferensi tersebut.
Baca Juga: Mengintip Rutinitas Harian Orangutan di Hutan Kalimantan dan Pentingnya Peran Induk
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).









