PT Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin mengambil langkah tegas menyusul insiden kebakaran yang melanda Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Sawahlunto beberapa waktu lalu. Perusahaan kini mulai melakukan pembenahan besar-besaran terhadap sistem kelistrikan di seluruh bangunan bersejarah yang berada di wilayah tersebut.
Langkah mitigasi ini difokuskan pada standardisasi ulang seluruh instalasi kabel listrik serta pemasangan sistem alarm kebakaran yang lebih modern dan reliabel. Upaya tersebut dilakukan sebagai tindakan preventif untuk melindungi aset-aset cagar budaya yang bernilai sejarah tinggi agar insiden kebakaran serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Proyek penataan kelistrikan ini menjadi prioritas perusahaan untuk memastikan keamanan fisik bangunan dari potensi arus pendek atau gangguan elektrik lainnya. Dengan pembaruan sistem ini, diharapkan integritas bangunan bersejarah di Sawahlunto tetap terjaga dengan baik sebagai warisan nasional yang perlu dilindungi.
Baca Juga: Pertamina Kembangkan Sistem Biometrik untuk Pastikan Subsidi BBM dan Elpiji Tepat Sasaran
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










