Deputi I Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Fahd Pahdepie menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif sebagai kunci utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Meski Indonesia kini memiliki melimpah sumber daya manusia berkualitas, akses informasi luas, serta penguasaan teknologi yang mumpuni, bangsa ini dinilai masih menghadapi tantangan besar terkait penyamaan visi.
Dalam acara "Ideatalks: A New Hope Tuning the Frequency of Indonesia's Future Map" di Jakarta Convention Center, Minggu, Fahd mengibaratkan Indonesia layaknya sebuah kapal besar. Menurutnya, kapal tersebut diisi oleh orang-orang hebat dengan keahlian beragam, namun hingga saat ini belum memiliki titik koordinat tujuan yang disepakati bersama. Ia mengingatkan bahwa kemudahan akses terhadap informasi, seperti teknologi dan kecerdasan buatan, tidak serta-merta menjamin tumbuhnya tanggung jawab kolektif jika arah perjuangan bangsa masih terkotak-kotak dalam kepentingan masing-masing.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Fahd memperkenalkan gagasan "2045 Hertz". Konsep ini menekankan perlunya membangun frekuensi yang selaras di antara seluruh elemen masyarakat agar dapat saling mendukung dalam mencapai target nasional. Ia menambahkan bahwa perwujudan Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan fisik atau kemajuan intelektual semata, melainkan juga harus menyentuh aspek mental dan spiritual. Dengan menetapkan tujuan bersama dan menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan, Fahd optimistis masa depan Indonesia yang dicita-citakan dapat tercapai.
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










