PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menargetkan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga akhir tahun 2026 mencapai angka Rp12 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan operasional, kegiatan pemeliharaan, serta percepatan investasi pembangunan sejumlah ruas jalan tol baru di Indonesia. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa hingga saat ini realisasi serapan capex perseroan telah menyentuh angka Rp4,4 triliun. Menurut Rivan, besaran serapan total nantinya akan sangat bergantung pada progres realisasi pembangunan di lapangan.
Dalam upaya memperluas konektivitas nasional, Jasa Marga saat ini tengah memfokuskan pengerjaan lima proyek tol secara bertahap. Proyek tersebut mencakup Jalan Tol Japek II Selatan yang segera rampung, serta pembangunan Tol Akses Patimban sepanjang 14 kilometer yang ditargetkan beroperasi pada 2028. Selain itu, progres signifikan terlihat pada proyek Tol Yogyakarta-Bawen, di mana Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo dijadwalkan memperoleh sertifikat laik operasi (SLO) akhir September 2026, dan Seksi 6 Ambarawa-Bawen diharapkan beroperasi pada akhir tahun ini. Sementara pada proyek Tol Yogyakarta-Solo, segmen Kartosuro-Palur telah beroperasi, sedangkan segmen lainnya terus dikebut untuk target penyelesaian bertahap hingga 2027. Terakhir, proyek Tol Probowangi sepanjang 49,68 kilometer pada Seksi 3 Paiton-Besuki juga tengah dipersiapkan untuk mulai beroperasi pada akhir 2026 atau awal 2027.
Kinerja keuangan Jasa Marga sepanjang semester I/2026 menunjukkan tren positif dengan pendapatan usaha mencapai Rp10,31 triliun, tumbuh 7,6% secara tahunan. Pendapatan tol berkontribusi sebesar Rp9,5 triliun atau naik 6,8% (yoy), sementara pendapatan usaha lain melonjak 17,6% menjadi Rp798,2 miliar. Pertumbuhan di sisi pendapatan ini berhasil dikonversi menjadi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,91 triliun, atau meningkat 2% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: IHSG Terkoreksi Meski Rupiah Menguat ke Level Rp17.500 per Dolar AS
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: CNBC Indonesia – Market (sumber).










