Pergerakan arus kendaraan di lintasan penyeberangan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali, terpantau mulai melandai. Pada Jumat (2/10), panjang antrean kendaraan, khususnya angkutan logistik, dilaporkan telah menyusut signifikan hingga tersisa sekitar 500 meter di sekitar area pelabuhan.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat operasional dengan melakukan penyesuaian pola operasi kapal agar kapasitas pelayanan dapat terserap secara optimal. Berdasarkan data operasional, aktivitas di Pelabuhan Ketapang memang masih cukup tinggi. Tercatat pada Rabu (30/9), terdapat 19.101 penumpang dan 5.881 kendaraan yang melintas, kemudian meningkat pada Kamis (1/10) menjadi 19.942 penumpang dengan 5.745 unit kendaraan.
Untuk mengurai kepadatan, ASDP kini mengoperasikan sebanyak 27 kapal yang tersebar di sejumlah dermaga. Rinciannya meliputi lima kapal di Dermaga MB I, lima kapal di Dermaga MB III, 12 kapal di Dermaga LCM, serta lima kapal di Dermaga MB IV. Langkah dinamis ini dilakukan guna memastikan kelancaran distribusi logistik dan kenyamanan masyarakat pengguna jasa.
General Manajer ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menambahkan bahwa kelancaran layanan di lapangan turut dipengaruhi oleh pengaturan distribusi kendaraan dan sinergi antar pemangku kepentingan. Pihaknya terus memantau pergerakan kapal serta kondisi antrean di kedua sisi pelabuhan secara berkala dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan pelayaran.
Memastikan kelancaran perjalanan saat berkendara di area pelabuhan tentu memerlukan perlengkapan yang nyaman dan aman. Bagi pengguna motor, HELM HIJAB PREMIUM hadir untuk menunjang kebutuhan aktivitas berkendara Anda agar tetap tampil maksimal dan terlindungi selama di perjalanan. HELM HIJAB PREMIUM.
Baca Juga: Pemerintah Pantau Dampak Erupsi 6 Gunung Berapi Terhadap Ekonomi dan Logistik Nasional
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).









