Atlet teqball Indonesia, Sumaya, berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih medali perak pada debut cabang olahraga teqball di Asian Games 2026. Dalam pertandingan final tunggal putri yang digelar di Nagoya City Higashi Sports Center, Aichi, Jepang, Minggu, atlet berusia 21 tahun ini harus mengakui keunggulan lawannya asal Myanmar, Wai Khin Hnin, melalui pertandingan ketat tiga set.
Pertarungan sengit terjadi di atas meja teqball saat Sumaya sempat mengamankan set pertama dengan skor 12-10. Meski sempat mendominasi pada set penentuan dengan keunggulan 4-1 dan 7-6, Wai Khin Hnin berhasil membalikkan keadaan di poin-poin kritis hingga akhirnya memastikan kemenangan bagi Myanmar. Walaupun emas belum berhasil digenggam, capaian medali perak ini menjadi torehan penting bagi Indonesia dalam partisipasi perdana teqball di ajang multievent bergengsi tersebut.
Keberhasilan Sumaya tidak lepas dari latar belakang keluarga atlet yang kental di Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, Riau. Ayah dan ibunya adalah atlet sepak takraw, bahkan sang ibu pernah membela tim nasional. Sumaya mengaku telah terbiasa dengan disiplin latihan sejak kecil di lingkungan keluarganya. Namun, ia memilih beralih ke teqball dua tahun lalu setelah tidak terpilih memperkuat tim sepak takraw nasional.
Pelatih tunggal putri teqball Indonesia, Benidiktus Budi Setyoko, mengungkapkan bahwa kemampuan Sumaya berkembang pesat berkat fondasi teknik sepak takraw yang kuat. Meski sempat berpindah dari nomor ganda campuran ke tunggal putri, Sumaya dinilai mampu beradaptasi dengan cepat. Pengalaman mengejutkan saat meraih medali dalam ajang eksibisi perdana, meski baru berlatih kurang dari sebulan, menjadi motivasi utama bagi Sumaya untuk terus menekuni olahraga ini hingga menembus panggung Asian Games.
Baca Juga: Mengenal 7 Manfaat Bersepeda bagi Kesehatan Fisik dan Mental
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










