Fiorentina resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Fabio Grosso pada Minggu (6/9). Keputusan ini diambil manajemen klub hanya berselang sehari setelah tim menelan kekalahan pahit 1-2 dari Torino di Stadion Artemio Franchi pada Sabtu (5/9). Dalam pernyataan resminya, pihak klub mengumumkan bahwa juru taktik asal Italia tersebut tidak lagi menjabat sebagai pelatih tim utama putra Fiorentina.
Pemecatan ini merupakan buntut dari rangkaian hasil minor La Viola di awal musim Serie A 2026/27. Kekalahan atas Torino menjadi kekalahan ketiga berturut-turut yang dialami Fiorentina. Sebelumnya, tim tersebut sempat dipermalukan AS Roma dengan skor telak 0-4 dan tumbang 0-3 saat menghadapi tim promosi, Frosinone. Manajemen menilai Grosso gagal meramu skema permainan yang efektif, meski klub telah melakukan perombakan besar-besaran di bursa transfer musim panas 2026.
Sejumlah pemain anyar seperti Marco Brescianini, Giovanni Fabbian, Arthur Atta, serta pemain pinjaman seperti Franco Mastantuono, Radu Dragusin, Alex Jimenez, dan Joao Mario sebenarnya telah didatangkan untuk memperkuat skuad. Namun, performa tim belum menunjukkan kekompakan. Fabio Grosso sendiri sebelumnya didatangkan ke Fiorentina berkat reputasi positifnya saat membawa Sassuolo finis di peringkat ke-11 Serie A musim 2025/26. Selama menangani Sassuolo, Grosso juga merupakan pelatih yang mengasuh bek Timnas Indonesia, Jay Idzes.
Artikel ini dibantu penulisannya oleh AI, dirangkum dari: ANTARA News – Terkini (Nasional) (sumber).










